
Tekanan terhadap nilai tukar rupiah dan arus modal keluar dinilai mendorong pemerintah masuk ke mode bertahan. Guru Besar Universitas Airlangga Rahma Gafmi menilai, fokus kebijakan perlu bergeser. Prioritas tidak lagi mengejar ekspansi ekonomi. “Ini bukan lagi soal mengejar ekspansi, tetapi penyelamatan. Fokusnya bagaimana indikator dasar ekonomi tidak jebol akibat guncangan global,” ujar Rahma kepada Kompas.com, Senin (27/4/2026).
Kondisi normal mendorong pemerintah mengejar pertumbuhan produk domestik bruto. Situasi saat ini berbeda. Rahma menilai prioritas harus bergeser ke stabilitas fiskal. Pasokan pangan dan energi perlu dijaga. Pengendalian harga juga menjadi fokus.
Baca Selengkapnya Melalui https://money.kompas.com/read/2026/04/27/090744926/capital-outflow-naik-ekonom-minta-pemerintah-fokus-jaga-fondasi-ekonomi.