BERITA

MOSAIC FEB UNAIR GELAR KAFITA, PERKUAT LITERASI FIQIH WANITA BAGI MUSLIMAH

MOSAIC FEB UNAIR GELAR KAFITA, PERKUAT LITERASI FIQIH WANITA BAGI MUSLIMAH

MOSAIC NEWS – Persoalan thaharah dan fiqih darah wanita kerap menjadi hal yang jarang dibahas terbuka, padahal erat kaitannya dengan ibadah sehari-hari muslimah. Menjawab kebutuhan tersebut, Divisi Kemuslimahan MOSAIC Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga menyelenggarakan Kajian Fiqih Wanita “KAFITA” pada Kamis (31/7/2026) melalui platform Zoom, pukul 16.00-17.15 WIB.

Kajian ini digagas sebagai bagian dari program kerja Divisi Kemuslimahan MOSAIC FEB UNAIR, dengan sasaran mahasiswa muslimah FEB UNAIR, mahasiswa muslimah Universitas Airlangga, hingga muslimah dari kalangan umum di berbagai daerah.

Meski berlangsung secara daring, antusiasme peserta tetap terasa. Tercatat lebih dari 40 peserta bergabung, tidak hanya dari UNAIR, tetapi juga dari berbagai kampus dan lembaga lain seperti UNESA, Universitas Sebelas Maret, BINUS, Kuttab Al-Fatih, hingga peserta umum dari berbagai kota. Acara diawali dengan tilawah Al-Qur’an dan pembacaan curriculum vitae pemateri, sebelum masuk ke sesi inti penyampaian materi seputar thaharah dan fiqih darah wanita.

“Kajian Fiqih Wanita ini kami hadirkan agar para muslimah, khususnya mahasiswa FEB UNAIR, semakin memahami hukum fiqih yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari mereka, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah antarpeserta,” ujar Amalia Hamdi Attamimi, Ketua Pelaksana KAFITA.

Sesi tanya jawab yang berlangsung usai penyampaian materi turut mewarnai jalannya kajian. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar persoalan fiqih yang selama ini mungkin jarang mereka temukan jawabannya secara terbuka.

Kegiatan berjalan sesuai rundown yang telah disusun panitia, mulai dari persiapan teknis, registrasi peserta, pembukaan, penyampaian materi, sesi tanya jawab, hingga penutupan dengan dokumentasi dan foto bersama. Publikasi acara telah dilakukan sejak tujuh hari sebelum pelaksanaan melalui story WhatsApp seluruh panitia, sehingga informasi kegiatan dapat tersebar luas kepada calon peserta.

“Ilmu fiqih wanita, khususnya seputar thaharah dan darah wanita, adalah bekal penting yang harus dipahami setiap muslimah agar ibadahnya sah dan sesuai tuntunan syariat. Semoga kajian ini menjadi bekal ilmu yang terus diamalkan dalam keseharian,” ungkap Ustadzah Weta Nur Rahmah selaku pemateri dalam kajian tersebut.

Lebih dari sekadar kajian keislaman, KAFITA juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 yaitu Pendidikan Berkualitas dan SDG 5 yaitu Kesetaraan Gender. Melalui pemahaman fiqih wanita yang mendalam, para muslimah tidak hanya memperoleh akses pengetahuan keagamaan yang layak, tetapi juga semakin memahami hak dan kedudukannya sesuai syariat Islam.

Penguatan literasi keagamaan seperti ini menjadi fondasi penting dalam membentuk muslimah yang berilmu, mandiri, dan siap menjalankan perannya di tengah masyarakat. Melalui KAFITA, Divisi Kemuslimahan MOSAIC FEB UNAIR menegaskan komitmennya mendukung pengembangan mahasiswa secara holistik, tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual.

Ke depan, Divisi Kemuslimahan MOSAIC FEB UNAIR berharap dapat terus menghadirkan kajian-kajian keislaman yang relevan dengan kebutuhan muslimah masa kini, sekaligus memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.

Melalui KAFITA, MOSAIC FEB UNAIR menegaskan komitmennya untuk terus menjadi ruang belajar dan dakwah yang terbuka bagi seluruh muslimah, tidak hanya di lingkungan FEB UNAIR, tetapi juga masyarakat umum.

Penulis: Nisya Aningrum