BERITA

NATIONAL INVESTALK AJAK GENERASI MUDA PAHAMI REALITAS FINANCIAL FREEDOM

NATIONAL INVESTALK AJAK GENERASI MUDA PAHAMI REALITAS FINANCIAL FREEDOM

(KSPM NEWS) – Kebebasan finansial di usia 25 tahun kerap menjadi gambaran kesuksesan yang ingin dicapai generasi muda. Namun, di tengah ketidakpastian ekonomi dan dinamika pasar keuangan, pencapaiannya membutuhkan perencanaan yang matang. Berangkat dari persoalan tersebut, Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga menyelenggarakan National Investalk bertajuk “Beyond the Myth of Financial Freedom at 25: Realistic Investment Strategies in Uncertain Economic Times” pada 28 Agustus 2026 di Auditorium Candradimuka GKB, Kampus C UNAIR.

Melalui seminar ini, peserta diajak memahami bahwa perjalanan menuju financial freedom tidak selalu memiliki jalan yang sama bagi setiap individu. Pemahaman mengenai kondisi ekonomi, perencanaan keuangan, dan pengelolaan risiko menjadi bekal penting agar generasi muda dapat mengambil keputusan investasi secara lebih realistis. Total peserta yang mengikuti acara ini adalah 278 mahasiswa dari berbagai universitas.

National Investalk menghadirkan empat pembicara dengan perspektif yang beragam mengenai investasi dan perencanaan keuangan. Rozan Herdiwinata membahas pengaruh rasa takut dan fear of missing out (FOMO) dalam menentukan pilihan finansial. Vicktor I. Pasally dan Doddy Prayogo mengulas kondisi makroekonomi yang memengaruhi perekonomian dan pasar keuangan, sementara Edgar C. Dihardja menyoroti pentingnya membangun stabilitas keuangan untuk masa depan. Melengkapi pembahasan tersebut, Hanhan Tjoeng juga mengangkat topik mengenai risiko, ketekunan, dan realitas perjalanan investasi.

Pembahasan tersebut menekankan bahwa keputusan investasi tidak seharusnya hanya berorientasi pada potensi keuntungan. Generasi muda juga perlu memahami risiko, mempertimbangkan kemampuan finansial, serta menyesuaikan strategi investasi dengan tujuan masing-masing. Dengan demikian, financial freedom tidak sekadar dipandang sebagai pencapaian pada usia tertentu, tetapi sebagai proses yang membutuhkan perencanaan dan pengambilan keputusan secara bijak.

Hanhan Tjoeng menyoroti pentingnya pemahaman risiko dalam perjalanan investasi, khususnya bagi generasi muda yang mulai mengenal berbagai instrumen keuangan. “Dalam berinvestasi, generasi muda tidak cukup hanya melihat potensi keuntungan, tetapi juga perlu memahami risiko yang menyertainya agar dapat mengambil keputusan secara lebih bijak,” ujarnya.

Ketua pelaksana National Investalk, Kartika Chandra Kirana, berharap kegiatan ini dapat memperluas wawasan peserta sekaligus membentuk pola pikir investor yang lebih kritis. “Melalui National Investalk, kami berharap peserta dapat membangun pola pikir investor yang kritis, bijak, dan bertanggung jawab, serta mampu menyusun strategi investasi yang realistis sesuai tujuan dan profil risiko masing-masing,” tuturnya.

National Investalk turut mendukung SDGs 4: Pendidikan Berkualitas melalui upaya memperluas literasi keuangan dan investasi bagi generasi muda. Pemahaman mengenai perencanaan keuangan, kondisi ekonomi, dan risiko investasi diharapkan dapat membantu peserta mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta mengambil keputusan finansial secara bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, KSPM FEB Universitas Airlangga berupaya menghadirkan edukasi investasi yang relevan dengan tantangan generasi muda. Pemahaman yang lebih realistis diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta dalam menyusun perencanaan keuangan yang terarah dan berkelanjutan.

Penulis: Kartika Chandra Kirana