

(HIMA MSEI NEWS) Dalam menempuh pendidikan magister, kemampuan melakukan riset dan publikasi ilmiah menjadi salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki dan terus diasah oleh mahasiswa. Menyadari pentingnya hal tersebut, Himpunan Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam (HIMA MSEI) berinisiatif menyelenggarakan MSEI Research Series, sebuah program pelatihan riset berseri yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman mendalam serta keterampilan praktis, baik dalam pendekatan kuantitatif maupun kualitatif.
Program ini terdiri dari lima rangkaian kegiatan (series). Series pertama telah dilaksanakan pada 4 April 2026 secara daring melalui Zoom Meeting dengan mengangkat tema “From Research Gap to Publication: Positioning Islamic Economic Research for Impactful Journals.”
Rangkaian acara dimulai dari registrasi peserta, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, hingga sambutan Ketua HIMA MSEI oleh Thariq Hanifan Abdurrabbi. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Ketua Program Studi Magister Sains Ekonomi Islam, Prof. Dr. Sri Herianingrum, S.E., M.Si., yang dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan kapasitas riset mahasiswa. Sambutan juga disampaikan oleh Wakil Dekan I FEB Universitas Airlangga, Prof. Dr. Tika Widiastuti, S.E., M.Si.
Pada series perdana ini, HIMA MSEI menghadirkan Prof. Dr. Irfan Syauqi Beik, S.P., M.Sc.Ec., Guru Besar Ekonomi Keuangan Sosial Syariah sekaligus Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB University, sebagai narasumber utama. Selain sebagai akademisi dan peneliti, beliau juga aktif sebagai praktisi di industri ekonomi dan keuangan syariah, di antaranya sebagai Komisaris Prudential Syariah Indonesia serta Dewan Pengawas Syariah di beberapa lembaga. Dengan latar belakang tersebut, materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga memberikan perspektif praktis terkait perkembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Pelaksanaan kegiatan secara daring ini mendapatkan antusiasme tinggi dari mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh alumni serta peserta eksternal yang turut aktif berdiskusi bersama pemateri, khususnya dalam membahas research gap dan kebaruan penelitian di bidang ekonomi Islam.
Dalam pemaparannya, Prof. Irfan menekankan bahwa riset yang berkualitas harus berangkat dari landasan epistemologis yang kuat. Proses penelitian dimulai dari identifikasi research gap, dilanjutkan dengan desain riset yang tepat serta pendekatan yang holistik. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya memiliki nilai ilmiah, tetapi juga mengandung nilai etis dan spiritual. Selain itu, penguatan aspek metodologi, validitas data, serta kemampuan positioning riset menjadi kunci agar penelitian memiliki kontribusi nyata.
Lebih lanjut, disampaikan bahwa publikasi ilmiah merupakan tahap penting setelah finalisasi riset. Publikasi tidak hanya berfungsi sebagai kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga memperluas wawasan, menjadi dasar perumusan kebijakan publik, serta meningkatkan visibilitas ekonomi Islam baik di tingkat nasional maupun global.
Diskusi yang berlangsung secara interaktif juga mengangkat isu-isu global terkini, seperti dinamika geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang berdampak pada harga minyak dunia. Selain itu, peserta juga mendiskusikan pentingnya penelitian ekonomi Islam yang mengkaji implementasi di Indonesia, serta peluang pengembangan studi kolaboratif dengan pendekatan studi kasus lintas negara.
Melalui penyelenggaraan MSEI Research Series ini, HIMA MSEI berupaya menghadirkan wadah diskusi ilmiah yang berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDGs 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi). Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat terus meningkatkan partisipasi peserta pada series berikutnya, dengan series kedua yang direncanakan berlangsung pada akhir April 2026 hingga series kelima.
Informasi lebih lanjut terkait kegiatan ini dapat dipantau melalui media sosial HIMA MSEI di akun Instagram @himamsei.unair.
Pada akhirnya, penguatan kajian keilmuan, kemampuan riset, dan berpikir kritis diharapkan mampu membentuk lulusan magister yang adaptif, berdaya saing, serta berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang ekonomi dan keuangan syariah.
Penulis: Afrohiyatid Diniyah