

(FEB NEWS) Surabaya, 20 Agustus 2026 — Sebagai wujud komitmen berkelanjutan dalam mencetak alumni yang unggul dan berdampak, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) bekerja sama dengan PT Pegadaian (Persero) dan Dayalima, menyelenggarakan kegiatan pengembangan kompetensi mahasiswa melalui SKILLFEST! Career Masterclass bertajuk “Gold is Not Old: From Consumer to Owner”, di Aula Fadjar Notonagoro, Lantai 2 FEB UNAIR.
Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa FEB UNAIR, tetapi juga terbuka bagi mahasiswa dari perguruan tinggi lain maupun masyarakat umum yang turut berpartisipasi secara daring (online). Keterbukaan akses ini menunjukkan bahwa FEB UNAIR tidak hanya berfokus pada pengembangan internal, tetapi juga berupaya memperluas manfaat program kompetensi dan literasi keuangan kepada khalayak yang lebih luas di luar lingkungan kampus.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua Unit Kompetensi, Karir dan Keberdampakan Alumni FEB UNAIR, Dr. Dina Fitrisia Septiarini, SE., MM., Ak. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa SKILLFEST merupakan hasil kolaborasi antara FEB UNAIR dan Pegadaian yang dipersembahkan agar mahasiswa dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat, sekaligus motivasi dari Pegadaian terkait penerapan pengelolaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari.
Dr. Dina Fitrisia Septiarini, SE., MM., Ak. berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mencapai financial freedom di masa depan. Beliau juga menyampaikan harapannya agar kerja sama antara FEB UNAIR dan Pegadaian terus berlanjut, sebagai upaya bersama untuk mencetak alumni-alumni yang berdampak dan mampu meraih masa depan yang baik.
Sambutan kedua disampaikan oleh ibu Lukitarini, S.Psi., Head of Talent Acquisition PT Pegadaian (Persero) yang juga merupakan alumni Fakultas Psikologi UNAIR. Ia menyoroti bahwa di era digital saat ini, pengelolaan keuangan maupun pengelolaan karier semakin bergantung pada teknologi semua dapat dipantau dan dikendalikan hanya melalui gawai. Melalui kolaborasi ini, Pegadaian ingin membagikan manfaat digitalisasi, baik dalam pengelolaan keuangan maupun pengembangan karier, termasuk berbagi kisah nyata mengenai proses seleksi hingga dapat diterima bekerja di PT Pegadaian. Ibu Lukitarini, S.Psi., turut mengajak para peserta untuk aktif mencari informasi mengenai berbagai layanan digital yang telah dikembangkan oleh Pegadaian, agar dapat terus memperoleh manfaat dari perkembangan teknologi tersebut.
Sesi pertama disampaikan oleh Ela Nurfarida Soepandy selaku Relationship Manager Divisi Bisnis Bullion PT. Pegadaian dengan tema “Gold is Not Old: From Consumer to Owner”. Sesi ini mengangkat gagasan bahwa mengelola keuangan bukan berarti menahan diri dari menikmati hidup, melainkan menyeimbangkan pengalaman hari ini dengan kepemilikan aset di masa depan, dirangkum dalam kerangka sederhana “LIVE. BUFFER. OWN.”
Dalam sesi ini, emas diperkenalkan sebagai pilihan aset pertama yang ideal bagi generasi muda karena empat alasan utama: aksesibilitas (dapat dimulai dari Rp10 ribuan atau 0,01 gram melalui Tabungan Emas di aplikasi Tring! by Pegadaian), kemudahan dipahami dan kedekatannya dengan budaya finansial Indonesia, fleksibilitas penyimpanan digital maupun fisik, serta kemampuannya melatih kedisiplinan dalam menyisihkan aset.
Meski demikian, sesi ini juga menekankan pentingnya edukasi risiko. Peserta diingatkan bahwa harga emas dapat naik maupun turun, terdapat selisih harga beli-jual (spread), serta pentingnya menetapkan tujuan keuangan sebelum memilih instrumen investasi — sejalan dengan prinsip literasi risiko dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahwa setiap investasi memiliki risiko yang perlu dipahami sesuai profil masing-masing.
Sesi kedua bertajuk “Career Preparation: Bangun Career & Bangun Kekayaan di Era Digital” disampaikan oleh ibu Lukitarini, S.Psi, Head of Talent Acquisition PT Pegadaian (Persero) yang merupakan alumni Fakultas Psikologi Universitas Airlangga angkatan 1991, dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di bidang Human Resource pada berbagai industri.
Dalam paparannya, ibu Lukitarini, S.Psi., menekankan tiga pilar utama persiapan karier bagi mahasiswa dan fresh graduates. Beliau mengungkapkan pentingnya Self Awareness, mengenali kekuatan diri, nilai-nilai (values), dan tipe kepribadian sebagai fondasi pengambilan keputusan karier. Skill Mastery, membangun keterampilan teknis sekaligus soft skill seperti kerja sama tim, adaptasi, agilitas, dan kreativitas. Serta Market Exposure yakni memahami tren industri, membangun jejaring, dan mengenal dunia kerja melalui program magang atau praktik kerja lapangan.
Acara ini turut menghadirkan Muhammad Afrizal Hanafi, S.A., alumni Program Studi S1 Akuntansi FEB UNAIR (2021–2025) yang kini menjabat sebagai Junior Officer Divisi Bullion, Departemen Pengembangan Produk Investasi dan Pembiayaan Bullion PT Pegadaian (Persero).
Afrizal berbagi perjalanan kariernya mulai dari magang di PT Petrokimia Gresik, bekerja paruh waktu, hingga lulus kuliah dalam waktu 3,5 tahun dan sempat bekerja sebagai Marketing Controller di PT Wismilak Inti Makmur, Tbk. Ia kemudian mengikuti seleksi Pegadaian Future Leader Program (PFLP) 2025, sebuah program pengembangan talenta muda yang sangat kompetitif — dari sekitar 22.000 pelamar, hanya 112 orang yang dinyatakan lolos hingga tahap akhir.
Ia membagikan sejumlah tips praktis bagi mahasiswa yang ingin mengikuti seleksi serupa. Salah satu poin yang ia garis bawahi adalah pentingnya memiliki sertifikasi kompetensi sebelum lulus kuliah, seperti Certified Digital Marketing dan Certified Risk Management, sebagai bekal tambahan yang memperkuat daya saing di dunia kerja. Ia mendorong mahasiswa untuk aktif mencari dan mengambil sertifikasi yang relevan dengan bidang serta kebutuhan karier masing-masing, baik yang difasilitasi oleh FEB UNAIR maupun Direktorat Pendidikan, Kemahasiswaan, Karir dan Alumni (DPKKA) UNAIR.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya ketelitian dalam kelengkapan dokumen administrasi (CV berbasis ATS, kelengkapan dan keberlakuan dokumen seperti SKCK), kesungguhan dalam mengerjakan tes potensi dasar secara online, otentisitas jawaban saat wawancara, hingga pentingnya menjaga kesehatan menjelang proses Medical Check-Up (MCU).
Program PFLP sendiri mencakup rangkaian pengembangan yang cukup komprehensif, mulai dari Bintalsik (pembinaan mental dan disiplin), pendidikan dan pelatihan (Diklat), on the job training, sertifikasi penaksiran, presentasi project assignment, hingga puncaknya berupa inaugurasi resmi sebagai karyawan Pegadaian.
SKILLFEST! Career Masterclass menjadi salah satu bukti nyata komitmen FEB UNAIR dalam menjalankan perannya sebagai fasilitator pengembangan kompetensi dan karier mahasiswa, sekaligus memperkuat jejaring kolaborasi dengan dunia industri. Melalui program-program semacam ini, FEB UNAIR berupaya memastikan setiap lulusannya tidak hanya siap bersaing di dunia kerja, tetapi juga mampu menjadi alumni yang berdampak dan mandiri secara finansial.