

(FEB NEWS) SURABAYA – Enam puluh lima tahun bukan sekadar perjalanan waktu. Di dalamnya terdapat jejak perjuangan, dedikasi, gagasan, prestasi, dan kontribusi dari generasi ke generasi. Semangat itulah yang terasa dalam Tasyakuran Dies Natalis ke-65 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) yang digelar di Gallery Lantai 1 FEB UNAIR, Sabtu (8/8/2026).
Menginjak usia ke-65, FEB UNAIR mempertemukan kembali keluarga besar almamater lintas generasi. Tasyakuran tidak hanya menjadi momentum untuk mensyukuri perjalanan panjang fakultas, tetapi juga menjadi ruang untuk menyambung kembali silaturahmi dengan para alumni serta mengenang kontribusi para pendahulu yang telah meletakkan fondasi bagi FEB UNAIR hingga mencapai posisi saat ini.
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNAIR Dr. Ardianto, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA., serta Rektor UNAIR periode 2015–2020 dan 2020–2026 Prof. Dr. Mohammad Nasih, S.E., M.T., Ak., CA.
Hadir pula Dekan FEB UNAIR Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE., bersama jajaran wakil dekan, kemudian Dekan FEB UNAIR periode 2015-2026 Prof. Dr. Dian Agustia, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA., Dekan FEB UNAIR periode 1982–1985 Dra. Ec. Sri Maemunah Soeharto, serta Dekan FEB UNAIR periode 2010–2015 Prof. Dr. Muslich Anshori, S.E., M.Sc., Ak.
Kehadiran para pimpinan lintas periode tersebut semakin menguatkan suasana kekeluargaan dalam peringatan Dies Natalis ke-65. Turut hadir Ketua IKAFE FEB UNAIR Rizky Supriadi, S.E., Ak., MBA., para pengurus IKAFE, seluruh alumni FEB UNAIR, para senior dan sesepuh fakultas, dosen dan dosen purnatugas, tenaga kependidikan dan tenaga kependidikan purnatugas, pengurus organisasi mahasiswa, serta mahasiswa FEB UNAIR.
65 Tahun, Dibangun oleh Banyak Generasi
Dalam sambutannya, Dekan FEB UNAIR Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE., menegaskan bahwa perjalanan FEB UNAIR selama 65 tahun tidak pernah menjadi hasil kerja satu orang, satu generasi, ataupun satu kelompok.
Menurutnya, FEB UNAIR tumbuh melalui kontribusi banyak pihak—mulai dari para senior dan sesepuh yang meletakkan fondasi, para pimpinan yang memberikan arah, dosen yang mendedikasikan ilmu, tenaga kependidikan yang memastikan institusi terus berjalan, mahasiswa yang menghadirkan energi dan prestasi, hingga alumni yang membawa nama FEB UNAIR ke berbagai bidang pengabdian dan profesi.
“FEB UNAIR hari ini berdiri di atas kontribusi banyak generasi. Dan FEB UNAIR di masa depan akan ditentukan oleh kemampuan kita untuk terus bekerja dan bergerak bersama.”
Prof. Rudi juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai capaian yang telah diraih UNAIR dan FEB UNAIR. Dalam sambutannya, ia menyebutkan posisi Universitas Airlangga yang berada pada peringkat #276 dunia dalam QS World University Rankings 2027, serta capaian bidang yang relevan dengan FEB UNAIR dalam QS by Subject 2026. Namun, ia menegaskan bahwa ranking bukanlah tujuan akhir, melainkan salah satu cermin dari kerja keras dan kontribusi bersama.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Rudi juga memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan para pendahulu, termasuk Prof. Dr. Dian Agustia, yang memimpin FEB UNAIR pada periode 2015–2020 dan 2020–2026. Estafet kepemimpinan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan FEB UNAIR hingga mencapai berbagai capaian saat ini.
Sambang Kampus: Kembali ke Rumah, Menyambung Kontribusi
Sambang Kampus yang digagas oleh IKAFE UNAIR, bertepatan dengan acara Tasyakuran, juga menjadi ruang bagi para alumni untuk kembali ke almamater.
Bagi FEB UNAIR, kepulangan alumni bukan sekadar nostalgia. Kampus menjadi bagian dari perjalanan hidup yang mempertemukan ilmu, persahabatan, pengalaman, dan nilai-nilai yang kemudian dibawa para alumni dalam kehidupan profesional maupun pengabdian kepada masyarakat.
Prof. Rudi mengajak para alumni untuk menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan menyambung kembali silaturahmi sekaligus kontribusi. Alumni memiliki pengalaman, jejaring, pengetahuan, dan kebijaksanaan, sementara kampus memiliki mahasiswa, riset, gagasan, dan energi generasi muda. Pertemuan keduanya diyakini dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi mahasiswa sekaligus memperluas kontribusi FEB UNAIR kepada masyarakat.
“Kita bukan hanya sambang kampus. Kita menyambung kontribusi.”
Pesan tersebut menjadi semakin bermakna dengan hadirnya para alumni dari berbagai generasi dalam perayaan Dies Natalis ke-65.
Rektor UNAIR: Terus Sukses, Berdampak, dan Mendunia
Semangat estafet kontribusi juga mendapat penguatan dari Rektor UNAIR Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin.
Dalam sambutannya, Rektor memberikan apresiasi terhadap perjalanan dan kepemimpinan FEB UNAIR dari masa ke masa, termasuk kepemimpinan Prof. Dr. Mohammad Nasih, S.E., M.T., Ak., CA., yang sebelumnya menjabat sebagai Rektor UNAIR, serta Prof. Dr. Dian Agustia, S.E., M.Si., Ak., CMA., CA., yang memimpin FEB UNAIR selama dua periode.
Prof. Muhammad Madyan juga menyampaikan harapan agar memasuki usia ke-65, FEB UNAIR terus meningkatkan kualitas, memperluas kontribusi, serta semakin kuat dalam memberikan dampak bagi masyarakat dan dunia.
Harapan tersebut sejalan dengan semangat Dies Natalis ke-65 FEB UNAIR: Berkarya, Berdampak, Mendunia.
Syukur yang Dilengkapi Kebersamaan
Suasana tasyakuran semakin meriah dengan berbagai rangkaian kegiatan dan pemberian hadiah kepada tenaga kependidikan maupun dosen FEB UNAIR, sebagai wujud apresiasi/reward atas cinta dan dedikasi selama bekerja dan memberikan pelayanan terbaiknya di FEB UNAIR. Hadiah utama berupa paket Umrah berhasil diraih oleh Achmad Sjafii, S.E., M.E., Dosen Departemen Ilmu Ekonomi FEB UNAIR, juga Agus Susanto – Tendik FEB UNAIR. Tidak hanya itu berbagai hadiah hiburan seperti e-money dan sarung, juga dibagikan melalui undian berhadiah.
Lebih dari sekadar perayaan, momentum tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan kembali keluarga besar FEB UNAIR dalam suasana hangat dan penuh rasa syukur.
Memasuki usia ke-65, FEB UNAIR tidak hanya menengok capaian yang telah diraih, tetapi juga menatap perjalanan ke depan. Sebab, sebagaimana pesan yang disampaikan dalam tasyakuran, masa depan FEB UNAIR akan ditentukan oleh kemampuan seluruh keluarga besar untuk terus bekerja dan bergerak bersama.
Dari para pendiri dan pendahulu, estafet itu diteruskan oleh generasi hari ini. Dari kampus, kontribusi kemudian dibawa para alumni ke tengah masyarakat.
65 tahun FEB UNAIR adalah perjalanan bersama. Dan perjalanan itu belum selesai.