BERITA

MAHASISWA FEB UNAIR RAIH JUARA 1 NATIONAL COMPANY ANALYSIS COMPETITION COMPAS 2026

MAHASISWA FEB UNAIR RAIH JUARA 1 NATIONAL COMPANY ANALYSIS COMPETITION COMPAS 2026

(FEB NEWS) Surabaya, 13 Oktober 2026 – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim The Chosen One yang terdiri atas Nurul Alfiandy, mahasiswa S1 Manajemen angkatan 2024, dan Adi Nugroho, mahasiswa S1 Manajemen angkatan 2023, berhasil meraih Juara 1 dalam National Company Analysis Competition (COMPAS) 2026. Kompetisi tersebut merupakan bagian dari rangkaian Capital Market Fair (CMF) 2026 yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Pasar Modal Universitas Jember (KSPM UNEJ).

Kompetisi ini diikuti oleh 17 tim dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, yang kemudian diseleksi hingga menghasilkan lima tim finalis. Setelah melalui rangkaian babak penyisihan secara daring pada 27 Juli hingga 25 September 2026, tim The Chosen One berhasil mengungguli para finalis lainnya dalam babak final yang berlangsung pada 10 Oktober 2026 di Universitas Jember, Jawa Timur.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari keseriusan keduanya dalam menekuni bidang equity research, khususnya analisis perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sejak akhir 2025, keduanya secara konsisten mengembangkan kemampuan dalam menyusun laporan riset ekuitas dan mempresentasikan hasil analisis sebagai bagian dari persiapan menghadapi dunia kerja profesional di bidang keuangan dan pasar modal.

Dalam kompetisi tersebut, tim The Chosen One mengangkat analisis terhadap PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (IDX: PGEO). Nurul Alfiandy berfokus pada pendekatan top-down analysis, sedangkan Adi Nugroho mengerjakan bottom-up analysis. Kedua pendekatan tersebut dipadukan untuk menghasilkan analisis perusahaan yang komprehensif, mulai dari perspektif makroekonomi dan industri hingga kondisi fundamental perusahaan.

Salah satu keunggulan laporan riset yang disusun adalah penerapan pendekatan ESG-Integrated Valuation. Melalui pendekatan ini, tim mengintegrasikan variabel-variabel terukur terkait aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) atau lingkungan, sosial, dan tata kelola ke dalam proyeksi nilai intrinsik perusahaan. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam upaya mereka menyusun analisis yang tidak hanya mempertimbangkan aspek keuangan, tetapi juga tanggung jawab keberlanjutan perusahaan.

Di balik pencapaian tersebut, keduanya menghadapi tantangan dalam mengatur waktu persiapan yang terbatas. Persiapan menghadapi babak final harus berjalan beriringan dengan kegiatan perkuliahan, Ujian Tengah Semester (UTS), serta keterlibatan dalam kompetisi lain yang juga membutuhkan penyusunan riset emiten. Kondisi tersebut menuntut keduanya untuk mengelola waktu, menjaga fokus, dan mempersiapkan presentasi serta kemungkinan pertanyaan dari dewan juri secara efektif.

Pengalaman mengikuti berbagai kompetisi serupa selama kurang lebih satu tahun menjadi bekal penting bagi keduanya. Melalui proses learning by doing, evaluasi, dan trial and error, mereka terus menerapkan prinsip continuous improvement dalam meningkatkan kualitas laporan riset maupun kemampuan menyampaikan hasil analisis secara sistematis dan meyakinkan.

Dalam proses pengembangannya, keduanya juga memperoleh bekal dari pembelajaran di kelas bersama dosen FEB UNAIR, serta pengetahuan dan pengalaman dari guru maupun mentor di luar kampus. Perpaduan pembelajaran akademik dan pengembangan kompetensi secara mandiri tersebut membantu mereka memperkuat kemampuan teknis sekaligus keterampilan komunikasi dan presentasi.

Bagi Nurul dan Adi, kompetisi bukan sekadar ajang meraih penghargaan, melainkan sarana untuk mempersiapkan diri menghadapi dinamika dunia kerja setelah menyelesaikan studi di Program Studi S1 Manajemen FEB UNAIR. Selain memperkuat keterampilan teknis dan nonteknis, pengalaman tersebut juga membuka kesempatan untuk membangun jejaring profesional dengan sesama peserta, panitia, dan dewan juri.

Prestasi tim The Chosen One menunjukkan pentingnya konsistensi dalam belajar, kolaborasi, dan pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri. Capaian ini sekaligus menjadi dorongan bagi mahasiswa FEB UNAIR untuk terus mengasah kemampuan analitis, memperluas wawasan, serta memanfaatkan berbagai kesempatan kompetisi sebagai bagian dari persiapan menuju dunia profesional.