BERITA

DULU BERGELUT DENGAN ANGKA, ALUMNI FEB UNAIR KINI KELOLA SDM TALENTA DI BANK BNI

DULU BERGELUT DENGAN ANGKA, ALUMNI FEB UNAIR KINI KELOLA SDM TALENTA DI BANK BNI

“True leadership is staying positive under pressure, giving your best with integrity, uplifting others without judgment, and remaining calm with faith that Allah is always guiding the way” – Wicahyanti Pratiti

(FEB NEWS) Jika melihat perjalanan karier Wicahyanti Pratiti hari ini, mungkin tidak banyak yang menyangka bahwa perempuan yang kini menjabat sebagai VP Human Capital Business Partner Retail PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk pernah menghabiskan sebagian besar awal karirnya berkutat dengan angka, laporan keuangan, dan disiplin finansial.

Lulusan S1 Akuntansi FEB UNAIR angkatan 2003 itu justru menemukan titik penting dalam hidupnya ketika harus meninggalkan zona nyaman sebagai praktisi finance dan memasuki dunia human capital bidang yang sebelumnya terasa jauh dari latar belakang akademiknya.

Perjalanan tersebut bukan datang secara instan. Semasa menjadi mahasiswa FEB UNAIR, Wicahyanti dikenal aktif dan kompetitif. Pada 2005, ia berhasil meraih penghargaan Best Player dalam ajang Stock Exchange Game Bursa Efek Surabaya. Bekal akademik yang kuat kemudian membawanya lulus dari FEB UNAIR pada 2007 sebelum memulai karier profesional di PricewaterhouseCoopers (PwC) Indonesia sebagai Associate pada divisi Energy, Utilities, and Mining.

Di perusahaan konsultan global itu, ia ditempa memahami audit, tata kelola, hingga analisis laporan keuangan secara detail. Namun, dua tahun kemudian, langkah kariernya berlanjut ke salah satu bank terbesar di Indonesia, yaitu BNI.
Di BNI, Wicahyanti menghabiskan lebih dari satu dekade pertama di bidang Finance & Control. Ia berkembang dari staf hingga menduduki posisi manajerial di Budgeting and Financial Control Division. Pengalaman tersebut membentuk caranya memandang organisasi melalui perspektif risiko, governance, performa, dan kedisiplinan kerja.

Namun pada 2016, sebuah penugasan baru mengubah arah perjalanan profesionalnya. Ia dipercaya mengemban posisi HR Manager di BNI Kantor Wilayah Malang dimana peran yang benar-benar berbeda dari dunia yang selama ini ia kuasai. “Salah satu tantangan terbesar saya adalah karena berasal dari background Finance & Control, bukan psikologi atau HR murni. Saya terbiasa melihat organisasi dari sisi angka, sementara di Human Capital saya harus memahami perilaku manusia, dinamika kepemimpinan, dan pendekatan pengembangan individu,” ujarnya.

Transisi tersebut tidaklah mudah. Namun, justru dari pengalaman tersebut Wicahyanti menemukan dimensi kepemimpinan yang lebih luas. Ia mulai memahami bahwa keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh angka, tetapi juga oleh manusia di baliknya. Alih-alih melihat perbedaan latar belakang sebagai keterbatasan, ia menjadikannya kekuatan. Perspektif finansial yang dimilikinya membantu membaca produktivitas, kesiapan organisasi, dan pengembangan talenta secara lebih terukur dan strategis.

Kiprahnya di BNI pun semakin mendapat pengakuan. Pada 2017, ia meraih 2nd Place Business Innovation Award Regional Kantor Wilayah Malang. Pada 2021, unit kerjanya berhasil masuk dalam Top 3 Branch in Mobile Banking Acquisition. Setahun kemudian, namanya masuk sebagai Nominee 20 Women Leader BNI 2022. Di tengah perjalanan karier tersebut, Wicahyanti juga terus memperkuat fondasi akademiknya. Setelah menyelesaikan pendidikan S1 di FEB UNAIR, ia kembali melanjutkan studi dan meraih gelar Master in Business Management Universitas Airlangga pada 2011.

Kini, sebagai VP HC Business Partner Retail BNI sejak Agustus 2025, ia memegang peran strategis dalam mendampingi para pemimpin bisnis perusahaan untuk merancang strategi sumber daya manusia, memperkuat leadership pipeline, serta memastikan organisasi memiliki talenta yang siap menghadapi perubahan industri. Baginya, Human Capital bukan sekadar fungsi administratif di perusahaan. “Human Capital bukan sekadar fungsi administratif, tetapi strategic partner yang memastikan organisasi memiliki leadership, capability, dan talent yang siap memenangkan bisnis,” tegasnya.

Di luar kesibukan profesional, Wicahyanti tetap aktif membuka ruang mentoring bagi mahasiswa dan alumni. Ia percaya bahwa keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang bisa diberikan kepada orang lain.

Editor: Sintya Alfafa