BERITA

SOSIALISASI PEMIRA FEB UNAIR 2026, PERKUAT PEMAHAMAN MAHASISWA TENTANG DEMOKRASI DAN INTEGRITAS PEMILIHAN

SOSIALISASI PEMIRA FEB UNAIR 2026, PERKUAT PEMAHAMAN MAHASISWA TENTANG DEMOKRASI DAN INTEGRITAS PEMILIHAN

(FEB NEWS) Surabaya, 2 November 2026 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) menyelenggarakan Sosialisasi Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) FEB UNAIR 2026 pada Senin (2/11) bertempat di Aula Mindrowo. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memberikan pemahaman kepada civitas academica mengenai mekanisme penyelenggaraan, pengawasan, serta penegakan kode etik dalam proses pemilihan kepemimpinan organisasi mahasiswa di lingkungan FEB UNAIR.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) FEB UNAIR. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa BLM telah menunjuk tiga lembaga yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan PEMIRA 2026, yaitu Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP), Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu), dan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa (KPUM). Ketiga lembaga tersebut memiliki peran masing-masing dalam memastikan proses pemilihan berlangsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selanjutnya, Ketua DKPP FEB UNAIR, Rayna Octobee Ramadhine Nugraha, memaparkan Peraturan DKPP Nomor 1 Tahun 2026 tentang Pedoman Beracara Kode Etik Penyelenggara Pemilihan Umum Raya Mahasiswa FEB. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan ruang lingkup kewenangan DKPP, prinsip transparansi, mekanisme persidangan, hingga klasifikasi pelanggaran kode etik. Pelanggaran tersebut dibedakan menjadi tiga kategori, yakni ringan, sedang, dan berat, dengan ketentuan sanksi sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku. Melalui pemaparan ini, mahasiswa diharapkan memahami pentingnya menjaga profesionalitas dan integritas seluruh penyelenggara PEMIRA.

Pemaparan berikutnya disampaikan oleh Ketua KPUM FEB UNAIR 2026, Tommy Hani Tria Putra, yang menjelaskan bahwa PEMIRA merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan mahasiswa yang diselenggarakan berdasarkan prinsip umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Ia turut menjelaskan struktur penyelenggara, persyaratan pencalonan, serta tahapan pelaksanaan PEMIRA 2026. Dalam proses pencalonan, aspek rekam jejak dan kapasitas kepemimpinan menjadi perhatian, termasuk pemenuhan persyaratan jenjang Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) sesuai dengan ketentuan bagi masing-masing posisi yang dicantumkan dalam persyaratan pencalonan.
KPUM juga menyampaikan rangkaian jadwal pelaksanaan PEMIRA 2026. Agenda tersebut meliputi Leader Open Forum pada 11 November, masa kampanye pada 11–17 November, dialog publik dan debat kandidat himpunan pada 16 November, serta ruang dialog dan debat kandidat BEM, BLM, dan DLM pada 17 November. Setelah memasuki masa tenang pada 18–19 November, pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada 20 November 2026 pukul 08.00–15.00 WIB.

Pelaksanaan pemungutan suara akan dilakukan melalui laman resmi pemira.feb.unair.ac.id. Seluruh pemilih diimbau untuk memastikan alamat situs yang diakses benar agar proses pemberian suara berlangsung aman dan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan. Sebagai bagian dari upaya menjaga jalannya pemilihan yang demokratis, Ketua Panwaslu FEB UNAIR 2026, Dzakhwan Asshidiqy Raynar, turut memberikan pemaparan mengenai pengawasan dan berbagai bentuk pelanggaran dalam pelaksanaan PEMIRA. Ia menjelaskan bahwa pelanggaran dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari kampanye pada masa tenang hingga tindakan yang lebih serius, seperti pemalsuan data, praktik politik uang (money politics), penyembunyian informasi, serta ancaman atau penyerangan secara fisik maupun verbal. Penjelasan tersebut menjadi pengingat bagi seluruh peserta dan pemilih untuk senantiasa menaati aturan serta menjaga suasana pemilihan yang kondusif.

Melalui Sosialisasi PEMIRA FEB UNAIR 2026, diharapkan seluruh mahasiswa dapat memahami proses dan tahapan pemilihan sekaligus berpartisipasi secara aktif dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi mahasiswa. Penyelenggaraan PEMIRA bukan sekadar agenda pergantian kepengurusan, melainkan juga menjadi wujud pembelajaran demokrasi di lingkungan kampus.

Dengan sinergi antara penyelenggara, pengawas, peserta, dan seluruh civitas academica, PEMIRA FEB UNAIR 2026 diharapkan dapat berlangsung secara transparan, jujur, adil, dan berintegritas, serta menghasilkan pemimpin mahasiswa yang mampu membawa organisasi menuju arah yang lebih baik.

Penulis: Kesekretariatan PPUF FEB UNAIR
Editor: Tommy Hani Tria Putra