BERITA

Tim Mahasiswa Ekonomi Islam FEB UNAIR Raih Juara Umum Fesma National Essay Competition 2026 Lewat Inovasi AI untuk UMKM

Tim Mahasiswa Ekonomi Islam FEB UNAIR Raih Juara Umum Fesma National Essay Competition 2026 Lewat Inovasi AI untuk UMKM

(FEB NEWS) Lima mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil menorehkan prestasi pada Fesma National Essay Competition 2026. Tim yang terdiri atas Muchammad Danish Azka F., Hidayah Nur Valentine, Muhammad Athalla Riby, Lydia Lasabella, dan Rakha Pasha berhasil meraih Juara Umum, sekaligus Juara 1 dan Gold Medal dalam kompetisi tingkat nasional tersebut.

Kompetisi yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bersama BEM Fakultas Pertanian Universitas Mataram ini berlangsung pada 25–28 September 2026 di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat. Penghargaan diterima oleh tim pada 26 September 2026. Dari sekitar 300 peserta yang mendaftar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, tim mahasiswa Ekonomi Islam FEB UNAIR berhasil lolos hingga tahap final dan meraih posisi tertinggi.

Mengusung subtema Social Economy, tim mengembangkan gagasan berjudul “Platform Keuangan Berbasis Artificial Intelligence untuk Mengotomatisasi Pencatatan Transaksi hingga Penyusunan Laporan Keuangan UMKM”. Gagasan tersebut diwujudkan melalui konsep “Catat Aja AI”, sebuah platform keuangan berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu UMKM mengelola pencatatan dan informasi keuangan secara lebih praktis.

Danish menjelaskan bahwa gagasan tersebut berangkat dari persoalan yang banyak dihadapi UMKM, khususnya dalam pencatatan transaksi dan pengelolaan keuangan. Pencatatan yang masih dilakukan secara manual dapat menyebabkan ketidakakuratan laporan keuangan serta menyulitkan pelaku usaha dalam memahami kondisi bisnis dan mengakses pembiayaan.

“Catat Aja AI” memanfaatkan teknologi Natural Language Processing (NLP), Optical Character Recognition (OCR), dan machine learning. Pengguna dapat memasukkan transaksi menggunakan bahasa sehari-hari, kemudian sistem mengidentifikasi akun, menyusun jurnal umum, memperbarui buku besar, hingga menghasilkan laporan laba rugi, neraca, dan arus kas. Teknologi OCR juga memungkinkan pengguna memindai foto struk atau catatan transaksi untuk membantu proses pencatatan.

Platform tersebut memiliki empat fitur utama, yakni BukuKas sebagai sistem pembukuan digital berbasis AI, Sahabat AI sebagai asisten keuangan virtual, Ruang UMKM sebagai ruang komunitas dan pembelajaran melalui forum, pelatihan, serta webinar, serta Naik Kelas yang menyediakan analisis perkembangan usaha, prediksi arus kas, dan penilaian kesiapan memperoleh pendanaan.

Dalam analisis kompetitor yang disusun tim, “Catat Aja AI” dinilai memiliki keunggulan melalui integrasi input transaksi berbasis AI, pemindaian struk otomatis, analisis kondisi keuangan, serta prediksi arus kas dalam satu platform. Integrasi tersebut dirancang agar pengelolaan keuangan tidak berhenti pada pencatatan, tetapi juga membantu pelaku UMKM memahami kondisi usahanya dan mengambil keputusan berbasis data.

Danish berharap inovasi tersebut dapat membantu UMKM menghasilkan laporan keuangan yang lebih akurat dan terstandar sehingga dapat meningkatkan kesiapan usaha dalam mengajukan kredit maupun memperoleh investasi. Menurutnya, pemanfaatan AI juga dapat menjadi salah satu langkah untuk mendorong transformasi digital UMKM secara lebih inklusif.

Prestasi tersebut turut menunjukkan kemampuan mahasiswa FEB UNAIR dalam mengintegrasikan pengetahuan ekonomi Islam, analisis bisnis, dan pemanfaatan teknologi untuk menjawab persoalan nyata di masyarakat.

Inovasi “Catat Aja AI” juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui SDG 8.3, yang berkaitan dengan penguatan aktivitas produktif, kewirausahaan, dan pengembangan UMKM. Pemanfaatan AI untuk pencatatan, analisis keuangan, dan kesiapan pendanaan turut mendukung penguatan kapasitas usaha produktif.

Selain itu, pengembangan platform berbasis Artificial Intelligence, Natural Language Processing, Optical Character Recognition, dan machine learning mencerminkan pemanfaatan inovasi teknologi untuk menjawab kebutuhan dunia usaha, sejalan dengan SDG 9.5 tentang peningkatan penelitian dan kemampuan teknologi serta inovasi. Sementara itu, aspek kesiapan UMKM dalam memahami dan mengakses layanan pembiayaan juga dapat mendukung SDG 8.10 terkait penguatan akses terhadap layanan keuangan.