BERITA

Dirut BPR Syariah Sampang Raih Gelar Doktor Ekonomi Islam Predikat Cumlaude di FEB UNAIR

Dirut BPR Syariah Sampang Raih Gelar Doktor Ekonomi Islam Predikat Cumlaude di FEB UNAIR

(FEB NEWS) Surabaya, Direktur Utama PT BPR Syariah Sampang Perseroda, Dr. Syaifullah Asyik, S.T., M.M., resmi meraih gelar Doktor Ekonomi Islam dengan predikat Cumlaude dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) pada Senin, 5 Oktober 2026. Gelar akademik tertinggi tersebut diraih setelah ia berhasil mempertahankan disertasinya dalam Ujian Terbuka dengan masa studi relatif singkat, yakni 3 tahun 2 bulan.

Keberhasilan studi ini menjadi wujud perpaduan antara kapasitas akademik dan pengalaman praktis dalam mengelola lembaga keuangan daerah. Riset yang diangkat berfokus pada tantangan riil yang dihadapi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Madura, khususnya Kabupaten Sampang, dalam mengakses permodalan berbasis syariah yang aman dan berkelanjutan.

Disertasi yang dipertahankan oleh Dr. Syaifullah Asyik berjudul “Inovasi Strategi Program ‘Sahabat UMKM’ dalam Mendorong Pertumbuhan Pembiayaan UMKM: Pendekatan Triple Co-System (Studi Kasus pada PT BPR Syariah Sampang Perseroda)”. Riset tersebut disusun di bawah bimbingan tim promotor, yaitu Dr. Dina Fitrisia Septiarini, S.E., M.M., Ak. selaku Promotor dan Prof. Dr. Imron Mawardi, SP., M.Si. selaku Ko-Promotor.

Dalam pemaparannya di hadapan dewan penguji, Dr. Syaifullah Asyik menjelaskan bahwa akses pembiayaan yang memadai masih menjadi salah satu tantangan utama bagi perkembangan pelaku usaha mikro di daerah. Banyak pedagang kecil yang terpaksa bergantung pada rentenir dan penyedia pinjaman informal karena minimnya pilihan pembiayaan yang ramah dan mudah dijangkau. Oleh karena itu, program inovatif “Sahabat UMKM” dihadirkan untuk menjembatani kebutuhan modal usaha melalui skema pembiayaan dari lembaga keuangan syariah daerah.

Guna memperkuat efektivitas program pembiayaan tersebut, penelitian ini merumuskan konsep Triple Co-System, yang mencakup tiga pilar utama, yakni Co-ownership (rasa memiliki bersama), Co-determination (pengambilan keputusan bersama), dan Co-responsibility (tanggung jawab bersama). Pendekatan ini dirancang untuk membangun sistem pembiayaan berbasis kepercayaan dan keterlibatan komunitas, sehingga dapat menurunkan risiko pembiayaan bermasalah (non-performing financing) sekaligus meningkatkan taraf ekonomi para nasabah mikro.

Dari perspektif pembangunan berkelanjutan, penelitian ini turut memberikan sumbangsih terhadap SDG 8, khususnya sub-indikator 8.3 dan 8.10, melalui penguatan pembiayaan bagi UMKM serta perluasan akses masyarakat terhadap layanan keuangan. Model “Sahabat UMKM” menunjukkan bagaimana inovasi pembiayaan syariah dapat diarahkan untuk mendukung kegiatan ekonomi produktif, memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di tingkat daerah.

Selain pendekatan Triple Co-System, disertasi ini juga menggarisbawahi pentingnya integrasi sinergi model Pentahelix. Sinergi lintas sektor ini melibatkan Pemerintah Daerah Kabupaten Sampang, PT BPR Syariah Sampang Perseroda, Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag), tokoh agama atau kyai lokal, hingga komunitas pedagang pasar. Peran tokoh agama dan komunitas lokal dinilai strategis dalam memberikan edukasi literasi keuangan syariah serta membangun komitmen moral para pelaku UMKM. Pendekatan kolaboratif tersebut sekaligus memperkuat kontribusi penelitian terhadap SDG 17.17 melalui pengembangan kemitraan multipihak dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Proses sidang ujian terbuka berlangsung secara interaktif dengan berbagai pertanyaan kritis dan strategis dari para dewan penguji. Tim penguji memberikan apresiasi terhadap hasil riset yang tidak hanya memiliki bobot teoritis dan metodologis, tetapi juga nilai aplikasi praktis yang dapat diterapkan oleh pemangku kebijakan maupun praktisi perbankan syariah di tingkat daerah.

Pelaksanaan ujian terbuka doktor ini turut dihadiri sejumlah jajaran pimpinan daerah serta tokoh akademisi. Di antara tamu undangan yang hadir adalah Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, S.IP., Sekretaris Daerah Kabupaten Sampang A. Faisol Ansori, S.P., M.Si., serta Rektor STIESIA Surabaya Prof. Dr. Nur Fadjrih Asyik, S.E., M.Si., Ak., CA. Kehadiran para pimpinan tersebut menjadi bentuk dukungan moral dan apresiasi atas kontribusi pemikiran akademis bagi pembangunan ekonomi daerah.

Di sela kehadirannya, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi, S.IP. juga mengadakan pertemuan silaturahmi kelembagaan secara terpisah dengan Dekan FEB UNAIR, Prof. Dr. Rudi Purwono, S.E., M.SE. Pertemuan tersebut difokuskan pada pembahasan berbagai potensi kerja sama strategis antara Pemerintah Kabupaten Sampang dan FEB UNAIR dalam jangka panjang guna mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif di Kabupaten Sampang.

Pencapaian Dr. Syaifullah Asyik semakin mempertegas peran strategis FEB UNAIR sebagai institusi pendidikan tinggi yang konsisten menghasilkan insan akademis berkualifikasi tinggi. Sinergi antara dunia akademik, pemerintah daerah, dan sektor industri keuangan diharapkan terus terjalin guna menghadirkan solusi ekonomi yang aplikatif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.