BERITA

RESEARCH CAMP “INKUBASI RISET MENUJU DOKTOR”: HIMA S3 IEI FEB UNAIR PERKUAT EKOSISTEM RISET LINTAS ANGKATAN

RESEARCH CAMP “INKUBASI RISET MENUJU DOKTOR”: HIMA S3 IEI FEB UNAIR PERKUAT EKOSISTEM RISET LINTAS ANGKATAN

(HIMA S3 IEI NEWS) MOJOKERTO – Himpunan Mahasiswa Doktor Ilmu Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (HIMA S3 IEI FEB UNAIR) menyelenggarakan “Inkubasi Riset Menuju Doktor” pada 9–11 September 2026 di Villa Silver Trawas, Mojokerto. Dikemas dalam format research camp, kegiatan ini mempertemukan mahasiswa lintas angkatan, dosen, alumni, serta pimpinan akademik dalam satu ruang kolaborasi untuk memperkuat metodologi, mengembangkan artikel ilmiah, serta mempertajam progres proposal dan disertasi.

Kegiatan tidak dirancang sebagai seminar satu arah. Rangkaian agenda menggabungkan penguatan metodologi, research clinic, peer learning, peer feedback, inkubasi paper, hingga penyusunan research action plan. Melalui format tersebut, peserta membawa persoalan riset masing-masing untuk didiskusikan, diuji, dan memperoleh masukan secara langsung.

Kegiatan ini turut melibatkan pimpinan dan dosen FEB UNAIR dalam sejumlah sesi akademik. Koordinator Program Studi Doktor Ilmu Ekonomi Islam FEB UNAIR, Prof. Dr. Raditya Sukmana, S.E., M.A., bersama Sulistya Rusgianto, Ph.D. berperan sebagai panelis dalam sesi presentasi progres penelitian, peer feedback, dan penyusunan action plan peserta. Sementara itu, Wakil Dekan I FEB UNAIR, Prof. Dr. Tika Widiastuti, S.E., M.Si., bersama Dr. Siti Inayatul Faizah dan Dr. Eko Fajar Cahyono mengisi sharing session yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperoleh perspektif, pengalaman akademik, serta refleksi mengenai proses dan tantangan menjalani riset pada jenjang doktoral. Keterlibatan pimpinan dan dosen tersebut memperkuat interaksi antara mahasiswa dan akademisi sekaligus memberi kesempatan bagi peserta untuk memperoleh masukan langsung terhadap perkembangan penelitiannya.

Penguatan metodologi selanjutnya berlangsung melalui sesi yang saling terhubung dengan menghadirkan mahasiswa tingkat lanjut S3 Ilmu Ekonomi Islam FEB UNAIR sebagai narasumber sesuai bidang keahliannya. Para narasumber telah memiliki pengalaman riset dan publikasi pada jurnal bereputasi terindeks Scopus. Putri Retno Kemala Sari, M.A. dan M. Fikri Himmawan, M.S.E.I., yang memiliki keahlian pada penelitian kuantitatif berbasis data sekunder, membahas sumber data, identifikasi, strategi pengumpulan, pengolahan, analisis, serta pemanfaatan data sekunder dalam penelitian. Fauzul Hanif Noor Athief, Lc., M.Sc., yang memiliki keahlian pada penelitian kuantitatif berbasis data primer, membahas desain pengumpulan data, penyusunan instrumen, serta teknik pengambilan data. Sementara itu, Elif Pardiansyah, S.Sy., M.Si. bersama Al-Amin, M.E., yang memiliki keahlian pada penelitian kualitatif dan Systematic Literature Review (SLR), memperkuat pemahaman peserta mengenai pendekatan kualitatif serta pemanfaatan SLR dalam pengembangan penelitian. Keterlibatan mahasiswa senior sebagai narasumber sekaligus menjadi implementasi peer learning lintas angkatan, di mana pengalaman riset dan publikasi dapat dibagikan kepada mahasiswa pada tahap studi yang berbeda.

Perspektif tersebut kemudian diperkaya melalui salah satu sesi utama, Research Gap & Research Opportunity Session: Mencari Celah Riset yang Menarik, Relevan, dan “Menjual”, bersama Dr. Aam Slamet Rusydiana, M.E., dosen pada bidang Islamic Economics and Finance di Sakarya University, Turki, sekaligus alumnus Program Doktor Ilmu Ekonomi Islam Universitas Airlangga. Dr. Aam memiliki kepakaran pada ekonomi dan keuangan Islam, wakaf, maqasid al-shariah, serta metodologi penelitian, dan tercatat dalam World’s Top 2% Scientists 2025 versi Stanford University, Elsevier. Dalam sesi tersebut, peserta diajak mengidentifikasi research gap dan peluang riset yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memiliki kebaruan dan kontribusi ilmiah yang kuat. Kehadiran alumni yang kini berkiprah di lingkungan akademik internasional turut memperkaya perspektif peserta mengenai pengembangan riset dan publikasi pada jenjang doktoral.

Pada sesi presentasi progres, peer feedback, dan action plan, Prof. Dr. Raditya Sukmana bertindak sebagai panelis. Forum ini memberi ruang bagi peserta untuk menguji konsistensi antara masalah penelitian, teori, metode, data, dan kontribusi yang ingin dihasilkan.

Ketua HIMA S3 Ilmu Ekonomi Islam FEB UNAIR, Arinaldi Nugraha, menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membangun budaya riset yang lebih kolaboratif di lingkungan mahasiswa doktoral. “Kami ingin mahasiswa doktoral tidak berjalan sendiri dalam proses risetnya. Melalui ruang lintas angkatan ini, peserta dapat saling berbagi pengalaman, menguji gagasan, memperoleh masukan, dan memperjelas arah penelitian, baik untuk paper, proposal, maupun disertasi,” ujar Arinaldi.

Pelaksanaan Research Camp juga memperoleh dukungan dari jejaring alumni, mahasiswa aktif, dan mitra yang berkiprah di berbagai sektor profesional dan usaha. Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa penguatan ekosistem riset doktoral tidak hanya dibangun melalui interaksi akademik, tetapi juga melalui keterhubungan antara mahasiswa, alumni, dosen, dan jejaring profesional.

Melalui “Inkubasi Riset Menuju Doktor”, HIMA S3 IEI FEB UNAIR berharap kolaborasi mahasiswa, alumni, dosen, program studi, dan fakultas terus berkembang menjadi ekosistem akademik yang produktif, tempat gagasan lahir, diuji, dikritisi, dan dikembangkan menjadi riset ekonomi Islam yang relevan serta berdampak bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat.

Penulis: HIMA S3 Ilmu Ekonomi Islam FEB UNAIR

Jelajahi Tentang