BERITA

PERKUAT KOMPETENSI ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK BISNIS DAN KEUANGAN, MAHASISWI S2 FEB UNAIR TERPILIH SEBAGAI FULLY FUNDED AWARDEE DI UNIVERSITY OF WARSAW

PERKUAT KOMPETENSI ARTIFICIAL INTELLIGENCE UNTUK BISNIS DAN KEUANGAN, MAHASISWI S2 FEB UNAIR TERPILIH SEBAGAI FULLY FUNDED AWARDEE DI UNIVERSITY OF WARSAW

(FEB NEWS) Mahasiswi Program Magister (S2) Sains Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR), Faradilah, kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional setelah terpilih sebagai Fully Funded Awardee dalam SPINAKER Programme: Application of Artificial Intelligence in Business and Finance yang diselenggarakan University of Warsaw bekerja sama dengan University of Sussex. Program internasional tersebut berlangsung pada 22 Juni hingga 5 Juli 2026 di University of Warsaw, Polandia, dengan mempertemukan peserta terpilih dari berbagai negara.

Prestasi tersebut diraih melalui proses seleksi yang sangat kompetitif. Dari 215 pendaftar dari berbagai belahan dunia, hanya 90 peserta yang berhasil lolos sebagai penerima pendanaan penuh (fully funded awardee). Faradilah bahkan menjadi satu-satunya delegasi asal Indonesia yang mengikuti program tersebut, bergabung bersama peserta dari berbagai universitas di Eropa serta Uzbekistan, Nigeria, Vietnam, dan Taiwan.

Program SPINAKER merupakan program pendidikan internasional yang dirancang untuk memperkuat kompetensi peserta dalam penerapan Artificial Intelligence (AI) di bidang bisnis dan keuangan. Selama mengikuti program, peserta memperoleh pembelajaran langsung dari profesor dan akademisi University of Warsaw mengenai penggunaan R, Python, machine learning, Explainable AI, large language models, hingga implementasi AI dalam analisis bisnis, investasi, dan keuangan. Selain penguasaan aspek teknis, peserta juga diajak memahami pentingnya berpikir kritis, verifikasi informasi, etika penggunaan AI, serta perlindungan data agar teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat yang memperkuat pengambilan keputusan, bukan menggantikan peran manusia.

Sebelum mengikuti pembelajaran di Polandia, seluruh peserta harus melalui proses seleksi administrasi yang ketat. Persyaratan yang harus dipenuhi meliputi IPK, surat keterangan aktif sebagai mahasiswa, sertifikat kemampuan bahasa Inggris minimal tingkat B2, serta esai yang menjelaskan latar belakang akademik, pengalaman di bidang pemrograman, dan tujuan mengikuti program. Peserta juga diwajibkan memiliki kemampuan dasar menggunakan R Studio dan Python, serta menyelesaikan modul pembelajaran daring sebagai bekal sebelum mengikuti kelas intensif.

Selama dua pekan pelaksanaan program, kegiatan berlangsung setiap hari kerja mulai pukul 09.00 hingga 14.00 waktu setempat. Pembelajaran diawali dengan pengenalan lingkungan akademik University of Warsaw, kemudian dilanjutkan dengan kuliah, praktik menggunakan perangkat lunak, tugas individu, proyek kelompok, diskusi, dan presentasi. Setiap materi disertai pre-test dan post-test, di mana peserta diwajibkan memperoleh nilai di atas standar kelulusan untuk dapat menyelesaikan program.

Di luar kegiatan akademik, peserta mengikuti campus tour serta mengunjungi kawasan bersejarah Old Town Warsaw sebagai bagian dari pengenalan budaya Polandia. Program kemudian ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada seluruh peserta yang berhasil menyelesaikan rangkaian pembelajaran dan evaluasi. Keikutsertaan Faradilah didukung oleh pendanaan penuh dari penyelenggara, serta dukungan dari pihak fakultas dan dekanat FEB UNAIR yang membantu proses keberangkatan hingga pelaksanaan program di Polandia.

Bagi Faradilah, kesempatan mengikuti SPINAKER berawal dari pengalaman research visit di University of Warsaw pada November 2025. Selama satu bulan, ia melakukan penelitian di bidang makroekonomi bersama supervisor dari University of Warsaw. Pengalaman tersebut membangkitkan ketertarikannya untuk memperdalam pemanfaatan R Studio dan Python dalam penelitian ekonomi. Jejaring akademik yang telah terbangun melalui kegiatan tersebut kemudian membawanya memperoleh informasi mengenai SPINAKER Programme langsung dari University of Warsaw. Meski demikian, ia tetap harus mengikuti seluruh tahapan seleksi secara kompetitif seperti peserta lainnya.

Menurut Faradilah, SPINAKER menjadi kesempatan untuk memperkuat kemampuan di bidang pemrograman, analisis data, dan pemanfaatan Artificial Intelligence dalam mendukung penelitian bisnis dan keuangan. Melalui interaksi dengan profesor, akademisi, dan mahasiswa dari berbagai negara, ia juga memperoleh perspektif baru mengenai perkembangan teknologi, budaya akademik internasional, serta peluang kolaborasi riset yang dapat memberikan manfaat bagi Indonesia pada masa mendatang.

Keberhasilan Faradilah menjadi Fully Funded Awardee sekaligus satu-satunya delegasi Indonesia pada SPINAKER Programme menjadi bukti bahwa mahasiswa FEB UNAIR mampu bersaing di tingkat global. Capaian tersebut diharapkan dapat menginspirasi sivitas akademika untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas jejaring internasional, serta memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Prestasi ini juga mencerminkan kontribusi mahasiswa FEB UNAIR dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui peningkatan akses terhadap pendidikan berkualitas dan kolaborasi akademik internasional, SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure melalui penguatan kompetensi di bidang Artificial Intelligence dan analisis data untuk mendukung inovasi, serta SDG 17: Partnerships for the Goals melalui kolaborasi antarp perguruan tinggi lintas negara yang mendorong pertukaran pengetahuan, pengembangan riset, dan jejaring akademik global. Melalui pengalaman ini, FEB UNAIR terus berkomitmen mencetak lulusan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, berdaya saing internasional, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.