

(FEB NEWS) – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR). Naufal Zaidan Abdurrahman, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2025, berhasil meraih Medali Emas pada Kejuaraan Provinsi Wushu Sanda Jawa Timur Piala Wali Kota Surabaya 2026 yang diselenggarakan pada 4–7 Juni 2026 di Gelanggang Remaja, Kota Surabaya. Penghargaan tersebut resmi diterima Naufal pada 7 Juni 2026 setelah berhasil menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan hingga babak final.
Kejuaraan yang diselenggarakan oleh Wushu Sanda Jawa Timur bekerja sama dengan KONI Jawa Timur ini diikuti oleh ratusan atlet dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur. Ajang tersebut menjadi salah satu kompetisi bergengsi yang bertujuan mencetak sekaligus mengembangkan bibit-bibit atlet potensial cabang olahraga Wushu Sanda. Selain sebagai wadah pembinaan atlet, kejuaraan ini juga merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Surabaya ke-733, di mana Pemerintah Kota Surabaya menyelenggarakan berbagai kejuaraan tingkat provinsi sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan dunia olahraga.
Dalam kompetisi tersebut, Naufal dipercaya mewakili Kota Madiun dan bertanding pada kategori Senior kelas 70 kilogram. Rangkaian kejuaraan diawali pada 4 Juni 2026 dengan proses penimbangan berat badan atlet dan pelaksanaan technical meeting sebagai persiapan pertandingan.
Perjalanan Naufal menuju podium juara tidaklah mudah. Pada babak penyisihan yang berlangsung pada 5 Juni 2026, ia langsung menghadapi lawan tangguh yang merupakan seorang juara nasional sekaligus peraih medali emas. Meski mengaku sempat merasakan tekanan karena merupakan pengalaman pertamanya bertanding di cabang olahraga Wushu Sanda, Naufal mampu mengendalikan rasa gugup dan menunjukkan performa terbaik hingga berhasil mengamankan kemenangan untuk melaju ke babak semifinal.
Momentum positif tersebut berlanjut pada 6 Juni 2026 saat babak semifinal. Berhadapan dengan atlet perwakilan Kota Kediri, Naufal berhasil menguasai jalannya pertandingan dan meraih kemenangan melalui perolehan poin. Hasil tersebut memastikan langkahnya menuju partai puncak.
Pada pertandingan final yang digelar 7 Juni 2026, Naufal menghadapi atlet asal Magetan. Pertandingan berlangsung sengit dan penuh persaingan. Berbekal strategi yang matang, ketenangan, serta penguasaan teknik selama pertandingan, ia sukses meraih kemenangan dan memastikan diri sebagai peraih Medali Emas Kejuaraan Provinsi Wushu Sanda Jawa Timur Piala Wali Kota Surabaya 2026. Prestasi tersebut sekaligus dipersembahkan untuk Kota Madiun, daerah yang diwakilinya dalam kompetisi tersebut.
Di balik keberhasilannya, Naufal mendapatkan dukungan dan pembinaan dari Cesar Candra Crismonica selaku Head Coach Sasana Fit Fight MMA, didampingi Pelatih Airlangga Jujitsu serta Tim Atlet Airlangga Jujitsu yang turut berperan dalam proses persiapannya menghadapi kejuaraan.
Bagi Naufal, keikutsertaannya dalam kompetisi ini tidak hanya bertujuan mengejar gelar juara, tetapi juga menjadi sarana untuk terus mengembangkan kemampuan, menguji batas diri, dan meningkatkan kualitas sebagai atlet bela diri. Ia berharap setiap pengalaman yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi hingga mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
“Keikutsertaan dalam kejuaraan ini menjadi bentuk pembuktian kepada diri sendiri bahwa setiap tantangan dapat dihadapi dengan kerja keras, keberanian, dan komitmen yang kuat untuk terus berkembang,” ungkapnya.
Naufal juga membagikan motto hidup yang selalu menjadi penyemangat dalam setiap proses perjuangannya, yaitu, “The first step is the hardest, and the rest is easy” atau “Langkah pertama adalah yang tersulit, tetapi sisanya mudah.” Menurutnya, keberanian untuk memulai merupakan langkah paling berat dalam meraih mimpi. Karena itu, seseorang harus berani mengambil langkah pertama dan terus melangkah maju tanpa menyerah.
Prestasi yang diraih Naufal Zaidan Abdurrahman juga mencerminkan kontribusi mahasiswa FEB UNAIR dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Good Health and Well-being melalui pengembangan gaya hidup sehat dan olahraga prestasi, serta SDG 4: Quality Education dengan mendorong pembentukan karakter, kedisiplinan, ketangguhan, dan semangat belajar sepanjang hayat melalui kegiatan nonakademik. Di sisi lain, nilai sportivitas, integritas, dan kerja keras yang ditunjukkan selama kompetisi turut mendukung implementasi SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions, yang menanamkan budaya kompetisi yang sehat dan beretika. Melalui capaian ini, FEB UNAIR terus berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat melalui prestasi dan karakter yang berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.