BERITA

FEB UNAIR DUKUNG KOLABORASI KAMPUS DAN DUNIA USAHA MELALUI GRADUATION APINDO UMKM MERDEKA 2026

FEB UNAIR DUKUNG KOLABORASI KAMPUS DAN DUNIA USAHA MELALUI GRADUATION APINDO UMKM MERDEKA 2026

(FEB NEWS) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) terus memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha sebagai bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan industri. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan FEB UNAIR sebagai tuan rumah penyelenggaraan Graduation APINDO UMKM Merdeka 2026 yang digelar di Aula Fadjar Notonegoro, Lantai 2 FEB UNAIR, pada Jumat (26/6/2026).

Graduation APINDO UMKM Merdeka 2026 merupakan puncak dari program pendampingan yang diinisiasi oleh DPP APINDO Jawa Timur untuk mempertemukan mahasiswa dengan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui pengalaman belajar langsung di dunia kerja. Program ini dirancang sebagai wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi profesional sekaligus memahami dinamika pengelolaan UMKM secara nyata. Pada penyelenggaraan tahun 2026, program tersebut melibatkan 23 mahasiswa, enam UMKM mitra, dan empat mentor yang berasal dari kalangan praktisi bisnis maupun akademisi.

Acara diawali dengan sambutan dari Radityo Suryo Hartanto selaku Ketua Pelaksana program, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Bapak Raka Bagus Vinaya, Wakil Ketua Bidang UMKM DPP APINDO Jawa Timur sekaligus Koordinator Program APINDO UMKM Merdeka. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan industri. Selanjutnya, Pak Dwi Ken Hendrawanto, S.H.,M.M. selaku Sekretaris DPP Apindo Jawa Timur, menegaskan komitmen APINDO untuk terus menghadirkan program kolaboratif yang mampu mendorong pengembangan UMKM sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Mewakili FEB UNAIR sebagai tuan rumah, Wakil Dekan III FEB UNAIR, Novrys Suhardianto, S.E., MSA., Ak., Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada FEB UNAIR dalam mendukung penyelenggaraan program tersebut. Menurutnya, kemitraan antara perguruan tinggi dan UMKM membuka peluang yang lebih luas bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif melalui interaksi langsung dengan dunia usaha.

Novrys menjelaskan bahwa proses pembelajaran dari industri tidak selalu harus dilakukan di perusahaan berskala besar. UMKM justru dapat menjadi laboratorium pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata mengenai proses bisnis, inovasi, hingga penyelesaian berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha. Oleh karena itu, kerja sama seperti APINDO UMKM Merdeka diharapkan dapat terus dikembangkan agar semakin banyak mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja.

Lebih lanjut, Novrys juga mengemukakan peluang pengembangan kolaborasi pada masa mendatang. Menurutnya, jejaring UMKM mitra APINDO dapat dimanfaatkan sebagai destinasi pembelajaran bagi mahasiswa internasional yang mengikuti berbagai program di FEB UNAIR. Dengan demikian, mahasiswa asing tidak hanya memperoleh pengalaman akademik di lingkungan kampus, tetapi juga dapat mengenal lebih dekat ekosistem UMKM Indonesia melalui kunjungan langsung ke berbagai mitra usaha.

Sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi yang telah terjalin selama program berlangsung, panitia menyerahkan sertifikat penghargaan kepada para mentor dan pelaku UMKM yang telah berkontribusi dalam mendampingi mahasiswa. Prosesi tersebut dilanjutkan dengan sesi foto bersama yang menjadi simbol sinergi antara dunia usaha, perguruan tinggi, dan para peserta program.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sharing session bersama Angger Diri Wiranata, Founder sekaligus Chief Product Development DUS DUK DUK Group. Dalam sesi tersebut, Angger membagikan pengalaman membangun bisnis, pentingnya inovasi produk, serta kemampuan beradaptasi dalam menghadapi dinamika dunia usaha. Melalui kisah dan pengalamannya, peserta memperoleh wawasan mengenai tantangan sekaligus peluang dalam mengembangkan usaha di era yang terus berubah.

Melalui partisipasinya sebagai tuan rumah, FEB UNAIR menegaskan komitmennya untuk terus membangun kemitraan strategis dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadirkan pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning). Kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia usaha diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus berkontribusi terhadap pengembangan UMKM di Indonesia.

Kegiatan ini mendukung pencapaian SDG 4: Quality Education melalui penyediaan pengalaman belajar berbasis praktik yang memperkuat kompetensi mahasiswa melalui kolaborasi dengan dunia usaha. Selain itu, sinergi antara FEB UNAIR, DPP APINDO Jawa Timur, para mentor, dan pelaku UMKM juga mencerminkan implementasi SDG 17: Partnerships for the Goals, dengan membangun kemitraan strategis yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi sekaligus pemberdayaan UMKM di Indonesia.