BERITA

KEMAMPUAN ANALISIS BISNIS INTERNASIONAL ANTARKAN MAHASISWA FEB UNAIR RAIH JUARA 1 EXVORA INTERNATIONAL TRADE BUSINESS CASE COMPETITION 2026

KEMAMPUAN ANALISIS BISNIS INTERNASIONAL ANTARKAN MAHASISWA FEB UNAIR RAIH JUARA 1 EXVORA INTERNATIONAL TRADE BUSINESS CASE COMPETITION 2026

(FEB NEWS) Tidak hanya unggul dalam menciptakan inovasi bisnis, mahasiswa Universitas Airlangga juga membuktikan kapasitasnya dalam menyelesaikan persoalan bisnis nyata di tingkat nasional. Tim Calon CEO yang dipimpin Natasya Alifia Putri F., mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR, berhasil meraih Juara 1 EXVORA International Trade Business Case Competition 2026, (25/6/2026) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Manajemen Perdagangan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Berbeda dengan kompetisi business plan, EXVORA International Trade Business Case Competition menantang peserta untuk menyelesaikan studi kasus perdagangan internasional secara langsung. Peserta dituntut mampu menganalisis persoalan ekspor-impor, aspek keuangan, serta operasional perusahaan dalam waktu yang sangat terbatas sebelum mempresentasikan solusi kepada dewan juri.

Tim Calon CEO beranggotakan Natasya Alifia Putri F. (Manajemen FEB UNAIR), Farrelindra Nadhif Islami F. (Teknik Industri FTMM UNAIR), dan Senopathi Baratha Yudha (Teknik Informatika Fakultas Vokasi UNAIR).

Kompetisi diawali dengan proses pendaftaran yang berlangsung dalam tiga gelombang selama Mei 2026. Selanjutnya, peserta mengikuti technical meeting dan babak penyisihan secara daring pada 12–13 Juni 2026 melalui format kuis yang menguji pemahaman mengenai perdagangan internasional, ekspor-impor, regulasi, operasional perdagangan, hingga konsep bisnis global.

Setelah lolos ke babak final, Tim Calon CEO bertanding secara luring di Universitas Sebelas Maret pada 24 Juni 2026. Pada tahap ini, peserta memperoleh studi kasus mengenai persoalan ekspor-impor sebuah perusahaan. Dalam waktu sekitar 25 menit, setiap tim harus mengidentifikasi akar masalah, menyusun rekomendasi strategis, menyiapkan materi presentasi, kemudian langsung melakukan pitching di hadapan dewan juri yang terdiri atas akademisi, praktisi ekspor-impor, serta perwakilan Bea dan Cukai.

Natasya mengungkapkan bahwa keterbatasan waktu menjadi tantangan terbesar dalam kompetisi tersebut. Selain harus memahami kasus secara cepat, tim juga dituntut mampu menyusun solusi yang realistis serta mempertahankan argumentasi di hadapan juri.

“Melalui international trade business case, saya ingin mengasah kemampuan berpikir cepat, menganalisis persoalan nyata, dan mengambil keputusan strategis dalam waktu yang sangat terbatas. Pengalaman ini mengajarkan bahwa tekanan bukan hambatan, melainkan kesempatan untuk membuktikan kemampuan.”

Solusi yang disusun tim berfokus pada peningkatan efisiensi operasional perusahaan, optimalisasi proses ekspor-impor, pengendalian biaya, penguatan analisis keuangan, mitigasi risiko perdagangan internasional, serta penyusunan strategi adaptif dalam menghadapi dinamika bisnis global.

Kemampuan analisis yang cepat, logis, dan aplikatif menjadi faktor penting yang mengantarkan Universitas Airlangga meraih Juara 1. Pada kompetisi tersebut, posisi Juara 2 diraih Universitas Negeri Jakarta, sedangkan Juara 3 diraih Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta.

Bagi Natasya dan tim, pencapaian tersebut diharapkan mampu menginspirasi mahasiswa lain untuk terus berani berkompetisi dan mengembangkan kapasitas diri.

“Saya berharap prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa lain bahwa selama ada keyakinan, niat, ketekunan, dan semangat untuk terus berproses, tekanan sebesar apa pun dapat dihadapi.”

Prestasi ini memperkuat komitmen FEB UNAIR dalam membangun kompetensi mahasiswa di bidang analisis bisnis, perdagangan internasional, dan pengambilan keputusan strategis. Selaras dengan SDG 4 (Quality Education), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), dan SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), capaian tersebut mencerminkan kontribusi FEB UNAIR dalam menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia usaha dan perdagangan global, sekaligus mendukung implementasi THE Impact Rankings melalui pendidikan berkualitas dan penguatan kapasitas sumber daya manusia.