BERITA

DAY 2 ASBIF 2026 PERKUAT KOLABORASI GLOBAL UNTUK MENDORONG BISNIS DAN INOVASI BERKELANJUTAN

DAY 2 ASBIF 2026 PERKUAT KOLABORASI GLOBAL UNTUK MENDORONG BISNIS DAN INOVASI BERKELANJUTAN

(FEB NEWS) Asia-Pacific Sustainable Business and Innovation Forum (ASBIF) 2026 yang diselenggarakan oleh Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) melalui Departemen Akuntansi resmi memasuki hari kedua pelaksanaannya di ASEEC Tower Universitas Airlangga pada Senin (23/6/2026).

Memasuki hari kedua, forum internasional ini kembali menghadirkan para akademisi dan peneliti terkemuka dunia di bidang ekonomi, akuntansi, dan keuangan untuk berbagi wawasan mengenai perkembangan praktik keberlanjutan, tata kelola perusahaan, serta transformasi bisnis dalam menghadapi tantangan global.

Sesi keynote speaker dibuka oleh Prof. Yenn-Ru Chen, Full Professor of Finance di National Chengchi University sekaligus Associate Dean for International Affairs. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) sebagai strategi bisnis jangka panjang. Menurutnya, perhatian terhadap aspek ESG tidak hanya menjadi respons terhadap risiko perubahan iklim dan meningkatnya tuntutan regulasi, tetapi juga berperan sebagai instrumen penting dalam memperluas akses perusahaan terhadap pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance).

Selanjutnya, Prof. C. S. Agnes Cheng, Professor of Accounting sekaligus Dale Looper Chair in Accounting pada Price College of Business, The University of Oklahoma, membahas pentingnya membangun knowledge transfer framework yang mampu menjembatani hasil penelitian akademik dengan praktik nyata di bidang ESG. Ia menyoroti bagaimana riset ilmiah dapat berkontribusi dalam meningkatkan efektivitas praktik bisnis sekaligus memperoleh umpan balik dari dunia industri untuk memperkaya pengembangan penelitian di masa mendatang.

Selain sesi keynote, forum hari kedua juga menghadirkan dua sesi panel strategis yang mempertemukan para pakar dari berbagai institusi terkemuka.

Panel Session 1 yang dimoderatori oleh Fajar Kristanto Gautama Putra (Universitas Airlangga) mengangkat tema mengenai perspektif teoretis, praktis, dan etis dalam mitigasi serta adaptasi perubahan iklim pada strategi bisnis. Diskusi ini menghadirkan Prof. Desi Adhariani (Universitas Indonesia), Prof. Mahfud Sholihin (Universitas Gadjah Mada), dan Prof. Mosab Tabash (Al Ain University) yang berbagi pandangan mengenai peran organisasi dalam menciptakan model bisnis yang tangguh dan berkelanjutan di tengah dinamika perubahan iklim global.

Sementara itu, Panel Session 2 yang dimoderatori oleh La Ode Sabaruddin (Universitas Airlangga) membahas keterkaitan antara tata kelola korporasi dan kinerja ESG serta pengaruhnya terhadap dinamika pasar dan perilaku investor. Sesi ini menghadirkan Prof. Doddy Setiawan (Universitas Sebelas Maret) dan Assoc. Prof. Akmalia Mohammad Ariff (Universiti Malaysia Terengganu) yang mengulas berbagai tantangan dan peluang dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip ESG ke dalam tata kelola perusahaan modern.

Seusai Panel Session ke-2 dilanjutkan dengan pengumuman Best Paper Award sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi akademik terbaik dalam pengembangan riset keberlanjutan.

Adapun para penerima penghargaan tersebut adalah:

Winner

• What Drives and What Follows? Unpacking Climate Strategy, Climate-Related Incentives, and Digital Transformation for Climate Change Adaptation — Apia Dewi Agustin dan Mahfud Sholihin (Universitas Gadjah Mada).

1st Runner-Up

• Climate Risk and Credit Risk: Nonlinear and State-Dependent Effects of Exposure under Climate Shocks — Masayasu Kanno (Nihon University, Jepang).

2nd Runner-Up
• Sustainability Under Female Leadership: The Influence of Regulatory Quality on ESG Outcomes in ASEAN-6 — Mutiara Rachma Ardhiani dan Noorlailie Soewarno (Universitas Airlangga).

Melalui penyelenggaraan ASBIF 2026, CESGS bersama FEB UNAIR melalui Departemen Akuntansi berhasil mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pengambil kebijakan dari berbagai negara untuk mendiskusikan isu-isu strategis terkait keberlanjutan, ESG, dan transformasi bisnis. Kolaborasi ini diharapkan mampu memperkuat jejaring riset internasional, mendorong lahirnya inovasi berbasis bukti ilmiah, serta menghasilkan rekomendasi yang berkontribusi pada pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.