BERITA

BEM FEB UNAIR TINGKATKAN LITERASI ANAK LEWAT FUN LITERACY JOURNEY 2026

BEM FEB UNAIR TINGKATKAN LITERASI ANAK LEWAT FUN LITERACY JOURNEY 2026

(BEM NEWS) Literasi menjadi salah satu jembatan penting dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan membuka lebih banyak kesempatan bagi setiap anak untuk berkembang. Itulah semangat yang dibawa Departemen Pengabdian Masyarakat BEM FEB Universitas Airlangga melalui Pre-Event 1 Kita Peduli 2026: “Fun Literacy Journey” yang sukses diselenggarakan pada Sabtu (13/06/2026) bertempat di Taman Flora, Surabaya.

Kegiatan ini hadir sebagai respons nyata terhadap krisis literasi sekaligus bentuk empati atas hambatan pendidikan yang dialami anak-anak di tengah keterbatasan ekonomi. Melalui konsep outdoor learning, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dasar bagi anak-anak agar mereka lebih mampu memahami hal baru dengan cepat dan tepat.

Suasana Taman Flora yang menyegarkan menjadi saksi keceriaan 22 anak dari Yayasan Permata Insani yang didampingi oleh 11 volunteer mahasiswa dari berbagai fakultas di Universitas Airlangga. Bersama mitra kolaborasi NGO Relawanns, peserta diajak masuk ke cerita melalui penyampaian materi literasi yang interaktif. Kemudian, peserta diajarkan untuk mengidentifikasi alur, karakter, hingga menemukan amanat dalam sebuah cerita.

Rangkaian kegiatan berlanjut dengan eksplorasi di empat pos permainan edukatif yang terdiri dari permainan kata dan permainan tradisional. Pada pos pertama, peserta bermain engklek untuk melatih fokus dan konsentrasi. Pos kedua anak-anak diajak untuk menyusun kata kemudian menjadi kalimat guna meningkatkan kemampuan membaca. Selanjutnya, pada pos ketiga bermain permainan tradisional yaitu Cublak Cublak Suweng yang mendorong interaksi sesama. Dan pada pos terakhir, peserta menyusun puzzle yang kemudian diminta untuk menceritakan gambar yang telah terbentuk sebagai untuk melatih kemampuan berpikir dan mengekspresikan ide. Kegiatan ini ditutup dengan Memorial Activity di mana setiap anak menuliskan harapannya pada origami dan gambar cap tangan sebagai simbol harapan inklusif.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi empat pos permainan edukatif yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan literasi, komunikasi, kreativitas, serta kerja sama anak-anak. Pada pos pertama, peserta bermain engklek untuk melatih koordinasi dan konsentrasi sambil mengikuti instruksi yang diberikan. Pos kedua mengajak anak-anak menyusun kata menjadi kalimat sederhana guna meningkatkan kemampuan membaca dan berbahasa. Selanjutnya, pada pos ketiga, anak-anak memainkan permainan tradisional Cublak-Cublak Suweng yang mendorong interaksi, kekompakan, dan kemampuan menyimak. Pada pos keempat, peserta menyusun puzzle kemudian menceritakan kembali gambar yang telah terbentuk sebagai sarana melatih kemampuan berpikir, memahami informasi, dan mengekspresikan ide. Kegiatan ini ditutup dengan Memorial Activity, di mana setiap anak menuliskan harapannya pada origami dan membuat cap tangan sebagai simbol harapan akan masa depan yang lebih inklusif.

Kegiatan ini secara langsung berkontribusi pada pencapaian SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Dengan meningkatnya kemampuan anak-anak dalam mengidentifikasi karakter dan amanat cerita, diharapkan minat baca mereka terus tumbuh secara berkelanjutan. Selain itu, program ini berhasil membangun kepekaan sosial kolektif di lingkungan mahasiswa untuk merespons isu kemanusiaan secara nyata. “Aksi Nyata dalam Peduli Sesama, Bergerak Ciptakan Makna” .

Penulis: Siti Maritsa Muru’ah