
(FEB NEWS) JOMBANG, 11 Juni 2026 – Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair) bersama Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat internasional di Desa Wonomerto, Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang, pada Kamis (11/6/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pengembangan potensi dan penyusunan roadmap pemberdayaan masyarakat di kawasan Wanawisata Sumber Biru, salah satu destinasi wisata alam berbasis masyarakat yang menjadi ikon desa tersebut.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian dari kedua institusi melakukan diskusi dan pemetaan lapangan bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sumber Biru untuk mengidentifikasi tantangan dan peluang pengembangan destinasi wisata secara berkelanjutan. Kolaborasi internasional ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan masyarakat berbasis potensi lokal melalui pendekatan akademik dan praktik manajerial yang aplikatif.
Wanawisata Sumber Biru merupakan destinasi wisata alam yang memanfaatkan sumber mata air alami di kawasan lereng Pegunungan Anjasmoro. Sebelum pandemi, destinasi ini mampu menarik lebih dari 3.000 pengunjung setiap minggu. Namun, pascapandemi jumlah kunjungan mengalami penurunan signifikan hingga di bawah 300 pengunjung per minggu. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh munculnya destinasi wisata baru dengan dukungan investasi yang lebih besar, keterbatasan promosi, serta belum optimalnya pengembangan atraksi wisata.
Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berupaya mengidentifikasi berbagai tantangan yang dihadapi pengelola wisata, mulai dari keterbatasan modal, lemahnya sistem promosi, hingga belum terbangunnya paket wisata yang terstruktur dan memiliki daya tarik yang kuat bagi wisatawan. Pendekatan yang digunakan tidak berorientasi pada pembangunan infrastruktur besar, melainkan penguatan kapasitas masyarakat, pengembangan narasi destinasi, serta penciptaan model wisata berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.
Dekan FEB Universitas Airlangga, Prof. Rudi Purwono, menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat harus mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana kolaborasi internasional yang menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan.
“Perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab menghasilkan lulusan dan penelitian berkualitas, tetapi juga memastikan bahwa pengetahuan yang dimiliki dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Kolaborasi dengan UiTM ini menjadi contoh bagaimana jejaring internasional dapat dimanfaatkan untuk menghadirkan perspektif baru dalam pengembangan ekonomi lokal dan pariwisata berbasis masyarakat,” ujarnya.
Menurut Prof. Rudi, pengembangan desa wisata tidak cukup hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga perlu memperhatikan penguatan tata kelola, strategi pemasaran, model bisnis, dan keterlibatan masyarakat sebagai aktor utama pembangunan. Oleh karena itu, sinergi antara akademisi, pemerintah desa, dan komunitas menjadi faktor penting dalam menciptakan destinasi wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Departemen Manajemen FEB Unair, Dr. Yetty Dwi Lestari, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal dalam penyusunan roadmap pengembangan masyarakat yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan dalam beberapa tahun ke depan.
“Pengabdian ini tidak berhenti pada kegiatan kunjungan atau diskusi lapangan semata. Kami ingin membangun model pemberdayaan yang berkelanjutan melalui pendampingan berbasis kebutuhan masyarakat. Bersama mitra internasional dari UiTM, kami berupaya mengintegrasikan perspektif akademik, praktik bisnis, dan pengalaman lapangan untuk membantu masyarakat mengembangkan potensi wisata yang mereka miliki,” jelasnya.
Dr. Yetty menambahkan bahwa Departemen Manajemen akan terus mendorong kolaborasi internasional yang tidak hanya berorientasi pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat. Menurutnya, keterlibatan mitra internasional dalam program pengabdian dapat memperkaya perspektif sekaligus menghadirkan praktik-praktik terbaik yang relevan untuk diterapkan dalam konteks lokal.
Melalui kolaborasi ini, Departemen Manajemen FEB Unair dan UiTM berharap dapat menyusun roadmap pengembangan Wanawisata Sumber Biru yang berfokus pada penguatan kelembagaan masyarakat, pengembangan paket wisata tematik, peningkatan strategi promosi, serta penguatan branding destinasi. Langkah tersebut diharapkan mampu mengembalikan daya tarik wisata Sumber Biru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Wonomerto secara berkelanjutan.