
(FEB NEWS) – Kreativitas mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) kembali menuai prestasi di tingkat nasional. Tim “Imutnya UNAIR” yang terdiri atas Aqielah Arraisah sebagai ketua dan Rucirra Sasikirana sebagai anggota, mahasiswa Program Studi S1 Ilmu Ekonomi angkatan 2025, berhasil meraih Juara 2 Bidang Poster pada ajang Administrasi Negara Fotografi dan Poster (ANFOSTER) 4.0 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Sarjana Terapan Administrasi Negara. Pengumuman pemenang dilaksanakan pada Minggu (28/6/2026) di Gedung Vokasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Kampus Ketintang.
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa FEB UNAIR tidak hanya mampu berkompetisi melalui capaian akademik, tetapi juga menghadirkan gagasan kreatif yang menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan sosial dan lingkungan. Mengangkat tema “Aksi Nyata Pemuda Membangun Peradaban Bangsa,” ANFOSTER 4.0 menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyampaikan ide-ide inovatif melalui media visual yang komunikatif dan berdampak.
Dalam kompetisi yang mempertemukan puluhan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia pada kategori poster, Tim “Imutnya UNAIR” mengusung gagasan mengenai pemanfaatan eco-enzyme sebagai solusi sederhana namun berkelanjutan dalam mengurangi limbah organik rumah tangga. Melalui karya posternya, tim mengajak masyarakat untuk melihat bahwa pengelolaan sampah tidak selalu membutuhkan teknologi yang rumit, melainkan dapat dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Perjalanan menuju podium juara diawali dengan tahap seleksi karya poster yang diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah. Setelah berhasil masuk sebagai lima finalis terbaik, Tim “Imutnya UNAIR” melanjutkan perjuangan pada babak final yang dilaksanakan secara luring di Universitas Negeri Surabaya. Pada tahap ini, setiap finalis mempresentasikan gagasan di hadapan dewan juri sekaligus mempertahankan argumentasi melalui sesi tanya jawab.
Dalam presentasinya, tim menjelaskan bahwa eco-enzyme merupakan hasil fermentasi limbah organik rumah tangga yang memiliki berbagai manfaat, mulai dari membantu mengurangi volume sampah organik, menekan emisi gas rumah kaca akibat penumpukan sampah, hingga mendorong masyarakat menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan. Gagasan tersebut dinilai mampu menghadirkan solusi yang aplikatif sekaligus relevan dengan tantangan pembangunan berkelanjutan yang dihadapi Indonesia saat ini.
Bagi Aqielah dan Rucirra, keikutsertaan dalam ANFOSTER 4.0 bukan semata-mata untuk mengejar prestasi. Mereka ingin menunjukkan bahwa setiap individu, khususnya generasi muda, memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan lingkungan.
“Melalui poster bertema eco-enzyme, kami ingin mengedukasi bahwa pengolahan limbah organik tidak hanya membantu mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga menjadi bentuk nyata kontribusi generasi muda dalam membangun peradaban bangsa yang lebih berkelanjutan. Kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa perubahan besar dapat dimulai dari kebiasaan kecil di lingkungan sekitar,” ungkap tim.
Selain menjadi sarana menyampaikan pesan mengenai pentingnya menjaga lingkungan, kompetisi ini juga memberikan pengalaman berharga bagi tim dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, komunikasi visual, serta mempresentasikan gagasan secara efektif di hadapan para juri. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk terus berinovasi sekaligus memperluas kontribusi mahasiswa dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan.
Keberhasilan Tim “Imutnya UNAIR” menjadi pengingat bahwa prestasi terbaik tidak selalu lahir dari gagasan yang rumit, melainkan dari keberanian melihat permasalahan di sekitar dan menghadirkan solusi yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Melalui semangat kolaborasi, kreativitas, dan kepedulian terhadap lingkungan, mahasiswa FEB UNAIR kembali menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam mewujudkan pembangunan yang lebih hijau, inklusif, dan berkelanjutan.
Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi civitas academica FEB UNAIR untuk terus mengembangkan potensi, berani berkarya, serta menjadikan setiap kompetisi sebagai ruang belajar dalam menciptakan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pada akhirnya, kontribusi terbesar tidak hanya diukur dari penghargaan yang diraih, tetapi juga dari dampak positif yang mampu dihadirkan bagi masa depan.
Inovasi yang diusung Tim “Imutnya UNAIR” juga selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 12 (Responsible Consumption and Production) melalui pengelolaan limbah organik yang lebih bertanggung jawab, SDG 13 (Climate Action) dengan mendorong pengurangan emisi gas rumah kaca dari timbunan sampah, serta SDG 11 (Sustainable Cities and Communities) melalui peningkatan kesadaran masyarakat untuk membangun lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. Lebih dari sekadar karya kompetisi, gagasan mengenai pemanfaatan eco-enzyme menunjukkan bahwa inovasi sederhana berbasis partisipasi masyarakat dapat menjadi solusi nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat peran generasi muda sebagai agen perubahan bagi masa depan Indonesia.