BERITA

KOPSI FEB UNAIR TINGKATKAN PROBLEM SOLVING MAHASISWA MELALUI WORKSHOP BUSINESS CASE

KOPSI FEB UNAIR TINGKATKAN PROBLEM SOLVING MAHASISWA MELALUI WORKSHOP BUSINESS CASE

(KOPSI NEWS) Perkembangan dunia bisnis yang semakin dinamis menuntut mahasiswa untuk tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu berpikir kritis dan aplikatif dalam menyelesaikan berbagai permasalahan bisnis. Semangat tersebut diwujudkan melalui kegiatan Workshop I tentang “Bedah Kasus, Bangun Solusi: Strategi Menyusun Business Case yang Kompetitif” yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Perkoperasian Mahasiswa (KOPSI) FEB Universitas Airlangga divisi Education and Training (EnT) bersama pemateri Reza Nafi Rizqi Musyaffa, Mahasiswa Berprestasi FEB UNAIR pada Sabtu, 23 Mei 2026, bertempat di Aula Cendrawasih, Lantai 3 Gedung Medang UNAIR B.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan analisis mahasiswa dalam menyelesaikan studi kasus bisnis (business case), sekaligus memperkenalkan pendekatan problem solving yang sistematis dalam dunia organisasi dan koperasi. Dengan suasana santai namun tetap edukatif, workshop ini diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan wawasan, diskusi, serta relasi antar peserta.

Rangkaian kegiatan Workshop I mencakup pemaparan materi mengenai dasar-dasar analisis business case, pengenalan framework pemecahan masalah, serta teknik pengambilan keputusan dalam konteks bisnis dan organisasi.

Kegiatan ini menghadirkan pemateri yang berpengalaman di bidang analisis bisnis dan manajemen organisasi, yang memberikan pemahaman praktis mengenai cara mengidentifikasi masalah, menganalisis data, hingga merumuskan solusi yang tepat dan efektif.

Peserta tidak hanya menerima materi secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam sesi studi kasus interaktif. Dalam sesi ini, peserta dibagi ke dalam kelompok untuk menganalisis permasalahan bisnis sederhana hingga kompleks, kemudian mempresentasikan hasil diskusi mereka. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar peserta mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kolaborasi tim, serta komunikasi dalam menyampaikan ide dan solusi secara sistematis.

Pelaksanaan Workshop I terbuka untuk umum, bukan hanya pihak internal KOPSI FEB UNAIR saja. Untuk pengurus KOPSI sendiri, terdapat 32 pengurus yang hadir dari 7 divisi, mulai dari Sekretaris, Bendahara, Research and Development (RnD), Hubungan Masyarakat, Education and Training (EnT), Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM), serta Komunikasi dan Informasi (Kominfo). Selain itu, terdapat juga pihak eksternal yang dihadiri oleh 19 orang dari fakultas yang berbeda-beda dan turut berpartisipasi aktif dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

“Melalui Workshop I ini, kami berharap peserta dapat memahami cara berpikir analitis dalam menyelesaikan business case serta mampu menerapkannya dalam organisasi maupun kehidupan sehari-hari,” ujar Saffana Annisa Pahlevi, PIC Workshop I.

Ia menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguatan kemampuan teknis, tetapi juga mendorong terciptanya kolaborasi, komunikasi, dan rasa percaya diri dalam menyampaikan ide.

Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan, Workshop I juga berkontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas dan SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

Melalui pembelajaran yang interaktif dan berbasis studi kasus, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai analisis bisnis, tetapi juga meningkatkan kemampuan problem solving, kerja sama tim, serta jejaring antaranggota.

Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pembelajaran yang kolaboratif, inklusif, dan aplikatif dalam menghadapi tantangan dunia organisasi dan bisnis.

Workshop I diharapkan menjadi langkah awal dalam membentuk mahasiswa yang kritis, analitis, dan adaptif dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis. Dengan bekal kemampuan analisis business case serta semangat kolaborasi yang telah dibangun, peserta diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan tersebut secara nyata dalam organisasi maupun kehidupan profesional ke depannya.

Penulis: Intan Savillah Juliyanti Putri