
FEB NEWS – Dunia melihatnya sebagai dua bidang yang berseberangan, antara ilmu ekonomi dan teknik informatika. Namun, bagi R. Dimas Bagas Herlambang, justru di persimpangan itulah peluang berada. Alumni FEB Unair 2014 ini tidak sekadar menganalisis risiko finansial klien, namun membangun solusi teknologinya.
Sebagai Manager di Deloitte yang berperan sebagai Data Science and Bespoke Tech Solution Consultant for Financial Risk, Dimas membuktikan bahwa karir masa depan dibangun dengan keberanian menyelami arus baru. Dalam kasusnya, pemrograman dan data science yang dikuasai secara mandiri.
Semasa kuliah, kepemimpinan diasahnya sebagai Ketua HIMA dan Wakil Ketua BEM FEB, sementara jiwa kompetisi ditempa lewat gelar juara EJAVEC. Namun, ia tak terjebak dalam nostalgia. Baginya, organisasi adalah laboratorium pertama untuk belajar mengambil risiko. Bekal berharganya saat ini adalah membantu perusahaan mengarungi ketidakpastian finansial.
Jejaring yang Hidup
Koneksinya dibangun secara organis, terutama dengan sesama alumni dalam rentang tiga tahun di atas atau bawah angkatannya. Jejaring itu dirawat bukan untuk sekadar memperluas kontak, melainkan sebagai ruang berbagi pengetahuan dan membuka pintu karirnya. Bahkan, ia kerap diundang sebagai pembicara dan mentor, menjembatani kesenjangan antara kampus dan industri.
Kegiatan mentorship dan rekrutmen untuk almamater ia jalani dengan kesadaran penuh, bahwa memberi kembali adalah cara menjaga aliran itu tetap jernih. Dalam setiap sesi mentoring, ia tak hanya membagikan teknik analisis data, tetapi juga menanamkan keberanian untuk merebut kesempatan.
Air yang Tak Pernah Keruh
Filosofi “air yang tidak mengalir pasti akan keruh” menjadi lebih dari sekadar quotes, ia adalah prinsip hidup yang diterjemahkan ke dalam langkah nyata. Melalui ilmu ekonomi yang diperolehnya hingga ke teknologi, lalu kampus ke korporasi, aliran itu terus bergerak menghindari kekeruhan stagnasi dan mengusung kejernihan kontribusi.
Kini, sebagai konsultan yang menghidupi dua dunia, Dimas membuktikan bahwa disiplin ilmu bukanlah sangkar, dan kesempatan selalu ada bagi yang berani mengalir melintasi batas.