Ringkasan

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Airlangga, melaksanakan pengabdian masyarakat sebagai kontribusi nyata dari pengetahuan ekonomi dan bisnis kepada masyarakat, dengan kegiatan yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi pedesaan dan dukungan untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), penguatan tata kelola koperasi dan usaha milik desa (BUMDes), literasi dan inklusi keuangan, digitalisasi pemasaran, serta bantuan sertifikasi halal dan ekosistem halal. Kegiatan-kegiatan ini dilaksanakan oleh komunitas akademik FEB melalui tim lintas disiplin, dengan dukungan manajemen yang diberikan oleh Unit Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan Publikasi (3P), yang membantu komunitas akademik FEB sepanjang proses pengabdian masyarakat, dari implementasi hingga publikasi hasil. Komunitas akademik FEB memiliki akses ke berbagai skema pendanaan pengabdian masyarakat untuk mendukung keberlanjutan program, baik melalui skema internal universitas maupun skema kompetitif nasional. Selain itu, FEB mengoperasikan empat unit laboratorium pengembangan yang menjalin kemitraan dengan pemerintah dan industri untuk mengimplementasikan hasil penelitian dalam praktik. Dukungan pendanaan yang beragam ini telah berkontribusi pada kinerja keterlibatan komunitas FEB selama lima tahun terakhir, dengan pencapaian termasuk ratusan kegiatan keterlibatan komunitas yang telah menghasilkan hasil seperti publikasi ilmiah, liputan media massa, video kegiatan, peningkatan pengetahuan dan keterampilan di antara para mitra, dan produk kekayaan intelektual.

Unit Penghasil Pendapatan

Ketua: Dr. Windijarto, SE., MBA., CA.

Hubungi kami: lpmb.feb.unair@gmail.com

Lembaga Pengembangan Manajemen dan Bisnis (LPMB), Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga, adalah Unit Penghasil Pendapatan (RGU) yang berawal dari Pusat Manajemen dan Pengembangan (didirikan pada tahun 1975) dan berkembang menjadi LPMB pada tahun 2003. LPMB berfokus pada penelitian terapan, konsultasi, pelatihan, studi kelayakan, dan pengembangan organisasi untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti. Dengan pengalaman lebih dari empat dekade, LPMB telah bermitra dengan kementerian pemerintah, pemerintah daerah, BUMN, BUMN, dan perusahaan swasta dalam berbagai studi strategis, pengembangan kebijakan publik, peningkatan kapasitas kelembagaan, serta transformasi manajemen dan bisnis.

Laporan Proyek

Survei Identifikasi Faktor Kebersihan PT PLN (Persero) UIP Nusa Tenggara

Laporan ini bertujuan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang dua faktor kunci yang memengaruhi kepuasan dan kesejahteraan karyawan, yaitu faktor higiene dan faktor motivasi. Selain mengidentifikasi aspek-aspek terkait higiene seperti lingkungan kerja, kondisi kesehatan dan keselamatan kerja, serta fasilitas pendukung, laporan ini juga mengkaji faktor motivasi yang berfungsi sebagai pendorong internal bagi karyawan. Faktor-faktor motivasi ini, termasuk pengakuan, pencapaian, dan peluang pengembangan karier, memainkan peran penting dalam membangun kepuasan kerja, yang pada gilirannya berkontribusi pada kinerja keselamatan dan produktivitas karyawan secara keseluruhan.

Kajian Kelayakan Perluasan Wilayah Kawasan Ekonomi Khusus Gresik (JIIPE)

Laporan ini memberikan arahan strategis bagi PT Kawasan Industri Gresik untuk periode 2026–2030, dengan mempertimbangkan perubahan struktur organisasi perusahaan, arahan perusahaan induk, dan arahan strategis pemerintah yang berlaku untuk semua kawasan industri di bawah kepemilikannya. Dengan demikian, laporan ini sangat penting dalam memandu pengembangan strategis perusahaan untuk memastikan kepatuhan dan pencapaian target yang ditetapkan oleh perusahaan induk.

Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026-2030

Pengembangan Zona Ekonomi Khusus Gresik (Kawasan Industri dan Pelabuhan Terpadu Jawa, JIIPE) menghadapi tantangan strategis yang meliputi isu tata kelola kelembagaan, kesiapan sumber daya manusia lokal, daya saing zona tersebut relatif terhadap kawasan industri lain di ASEAN, dan kebutuhan untuk mengadopsi prinsip-prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG) bersama dengan teknologi Industri 4.0. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan strategis yang holistik, adaptif, dan kolaboratif untuk memposisikan Zona Ekonomi Khusus Gresik (JIIPE) sebagai model kawasan industri generasi baru yang berdaya saing global dan inklusif secara lokal.

Ketua : Prof. Dr. H. Heru Tjaraka, Drs, M.Si, BKP, Ak, CA, CFRM QRGP

Hubungi kami: lppapsi@feb.unair.ac.id  | 082338829782 (Karina)

Laboratorium Pengkajian dan Pengembangan Akuntansi, Perpajakan, dan Sistem Informasi (LPPAPSI) adalah unit operasional di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga, yang berfokus pada penelitian, studi, pengembangan, pelatihan, konsultasi, dan kemitraan strategis dengan berbagai lembaga pemerintah dan perusahaan bisnis. LPPAPSI memberikan solusi berbasis bukti di bidang akuntansi, perpajakan, tata kelola, dan sistem informasi, serta pengembangan kapasitas organisasi, melalui layanan konsultasi, penelitian terapan, dan pelatihan profesional. Dengan pengalaman luas dalam mengelola proyek dengan kementerian pemerintah, pemerintah daerah (seperti Pemerintah Kabupaten Jombang dan Nganjuk), perusahaan milik negara (PT SIER dan grup bisnis Petrokimia), rumah sakit (PT Kaltim Medika Utama), dan perusahaan swasta (PT UBS dan PT Fokus Jasa Mitra), LPPAPSI berkomitmen untuk memberikan solusi yang inovatif, aplikatif, dan berdampak. LPPAPSI juga merupakan satu-satunya lembaga yang berwenang di Universitas Airlangga untuk menyelenggarakan pelatihan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, yang diakui oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), sehingga menjadikannya mitra terpercaya dalam mengembangkan kompetensi pengadaan sesuai dengan standar nasional.

Laporan Proyek

Proyek Penyusunan Standar Harga Pemerintah Kabupaten Madiun Tahun 2027

Pengembangan Standar Harga Satuan (SSH), Standar Biaya Umum (SBU), Analisis Standar Pengeluaran (ASB), dan Standar Harga Satuan Aktivitas Dasar (HSPK) untuk Pemerintah Kabupaten Madiun, 2027.

Proyek Penyusunan Rencana Bisnis Tahun 2026 – 2030 Perumda Air Minum Tirta Wilis Kabupaten Nganjuk

Penyusunan Rencana Bisnis Perumda Air Minum Tirta Wilis Tahun 2026–2030 Kabupaten Nganjuk, termasuk perumusan strategi efisiensi biaya operasional untuk mendukung keberlanjutan usaha Perumda Tirta Wilis.

SKK Migas

Pengembangan Studi tentang Penetapan Harga Acuan Peralatan Perikanan dan Mekanisme Kompensasi Kerugian Akibat Aktivitas Hulu Minyak dan Gas di Wilayah Madura. Tujuan utama studi ini adalah untuk membangun landasan hukum yang adil bagi pelaku usaha (Kontraktor Kerja Sama, KKKS) dan masyarakat yang terdampak (nelayan), yang mengarah pada penyusunan rancangan Peraturan Bupati. Hal ini akan memberikan kepastian kepada SKK Migas, KKKS, pemerintah daerah, dan masyarakat nelayan mengenai kompensasi atas kerusakan peralatan perikanan yang disebabkan oleh aktivitas minyak dan gas.

Ketua : Prof.Dra. dll. Dyah Wulan Sari, M.Ec.Dev.,Ph.D.

Hubungi kami: lpep@feb.unair.ac.id

Laboratorium Pengembangan Ekonomi Pembangunan (LPEP) adalah lembaga di bawah Departemen Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Airlangga (UNAIR). Lembaga ini mendukung FEB UNAIR dalam melakukan penelitian dan studi, pelatihan dan seminar, serta jasa konsultasi di bidang Ekonomi, Bisnis, dan Ilmu Sosial. Visi LPEP adalah untuk meningkatkan kualitas penelitian dan sumber daya manusia di bidang Ekonomi Pembangunan berkelanjutan, dalam mendukung tujuan UNAIR untuk menjadi Universitas SMART. Misi LPEP meliputi: (1) melakukan penelitian, pelatihan, dan pengabdian masyarakat di bidang Ekonomi Pembangunan; (2) meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian dan pelatihan di bidang Ekonomi Pembangunan; (3) meningkatkan pemanfaatan hasil penelitian dan pelatihan bagi dosen, mahasiswa, industri, pasar tenaga kerja, dan masyarakat; dan (4) melakukan penelitian dan pelatihan di bidang Ekonomi Pembangunan secara transparan dan inklusif.

Laporan Proyek

Laporan Analisis Belanja Publik Jawa Timur 2013 dari Bank Dunia mengevaluasi bagaimana pengelolaan belanja publik di Provinsi Jawa Timur dapat dibuat lebih efektif dalam mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif dan meningkatkan kualitas pelayanan publik. Laporan tersebut menemukan bahwa meskipun Jawa Timur menunjukkan kinerja ekonomi yang relatif kuat dan peningkatan kapasitas fiskal, kualitas belanja pemerintah terus menghadapi tantangan, termasuk dominasi belanja personel, efisiensi rendah dalam belanja modal, koordinasi yang lemah antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, serta keterbatasan dalam sistem perencanaan, penganggaran, dan evaluasi berbasis kinerja. Di sektor-sektor kunci seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, peningkatan alokasi anggaran belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan hasil pembangunan karena tantangan dalam efektivitas implementasi program. Oleh karena itu, Bank Dunia merekomendasikan reformasi tata kelola keuangan daerah melalui penguatan perencanaan berbasis bukti, peningkatan kualitas belanja modal, peningkatan kapasitas pemerintah daerah, dan sistem pemantauan dan evaluasi yang lebih baik, sehingga belanja publik dapat menghasilkan dampak yang lebih besar pada pertumbuhan ekonomi, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Jawa Timur.

Studi tentang Dampak Industrialisasi Minyak dan Gas terhadap Perekonomian Lokal di Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban menganalisis pengaruh perkembangan industri minyak dan gas terhadap kondisi perekonomian lokal, khususnya dalam hal kesempatan kerja, pendapatan, struktur mata pencaharian, aktivitas bisnis, dan kesejahteraan. Studi ini menemukan bahwa industrialisasi minyak dan gas telah menghasilkan dampak positif melalui peningkatan investasi, pertumbuhan sektor perdagangan dan jasa, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan nilai lahan dan aktivitas ekonomi di daerah sekitar kawasan industri. Namun, manfaat tersebut belum terdistribusi secara merata karena keterbatasan keterampilan tenaga kerja lokal yang masih ada, konversi lahan pertanian, kenaikan biaya hidup, dan kesenjangan manfaat ekonomi antar kelompok masyarakat. Oleh karena itu, studi ini merekomendasikan penguatan kebijakan untuk membangun kapasitas sumber daya manusia lokal, mengembangkan UMKM dan ekonomi berbasis masyarakat, mengoptimalkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), dan mendorong sinergi antara pemerintah daerah, industri minyak dan gas, dan masyarakat, sehingga manfaat industrialisasi dapat menjadi lebih inklusif dan berkelanjutan untuk pembangunan keseluruhan Kecamatan Jenu dan Kabupaten Tuban.

Ketua : Dr. Irham Zaki, S.Ag., M.EI.

Hubungi kami: 085643537511

Lembaga Pengembangan Ekonomi Islam (LPEI) berperan sebagai mitra penelitian dan pemberdayaan di bidang ekonomi, manajemen, akuntansi, dan keuangan Islam di bawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Airlangga, dengan ruang lingkup studi yang meliputi ekonomi, perbankan, dan manajemen Islam. LPEI menyediakan pelatihan, sertifikasi, konsultasi, dan layanan evaluasi independen untuk sektor publik dan swasta, yang dipandu oleh visi untuk menjadi lembaga terkemuka dalam pengembangan dan pemberdayaan ekonomi, bisnis, manajemen, keuangan, dan akuntansi berbasis Syariah. Melalui misinya, LPEI secara aktif melaksanakan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, penelitian untuk kemajuan pengetahuan ekonomi Islam, solusi untuk tantangan kesejahteraan yang dihadapi masyarakat kurang mampu, serta pengembangan kelembagaan dan kemitraan strategis. LPEI dipimpin oleh Dr. Irham Zaki sebagai Ketua Lembaga, didukung oleh Divisi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat serta Divisi Pendidikan dan Pelatihan. LPEI telah menjalin kemitraan dengan sejumlah lembaga terkemuka, termasuk Bank Jatim Syariah dan Lembaga Penjamin Simpanan Indonesia (LPS), dalam proyek studi dan survei di sektor perbankan dan keuangan Islam nasional.

Laporan Proyek

LPEI, Universitas Airlangga, berkolaborasi dengan Lembaga Penjamin Simpanan Indonesia (LPS) dalam melaksanakan Riset Survei Kepercayaan Nasabah 2026, sebuah program tahunan yang dilakukan empat kali setahun untuk mengukur kepercayaan publik, harapan terkait kondisi sektor perbankan, dan kesadaran publik tentang peran LPS. Melalui analisis kuantitatif dan kualitatif data kuesioner daring, riset ini menghasilkan indeks kepercayaan nasabah komposit yang berfungsi sebagai referensi strategis bagi LPS, dan dilakukan secara mandiri bekerja sama dengan sejumlah universitas negeri di Indonesia.

 

 

LPEI, Universitas Airlangga, mendukung Lembaga Penjamin Simpanan Indonesia (LPS) dalam mengevaluasi efektivitas program komunikasi publik yang telah dilaksanakan, seperti kampanye penyuluhan, festival keuangan, seminar, dan kegiatan pendidikan literasi keuangan bagi mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat umum. Survei ini mengukur tingkat kepuasan, persepsi, dan dampak kegiatan komunikasi terhadap peningkatan pengetahuan dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan, sekaligus menjadi dasar pengambilan keputusan strategis LPS dalam menyempurnakan program komunikasi di masa mendatang.

Hibah Keterlibatan Komunitas

Pendanaan Kementerian

DPPM adalah direktorat di bawah Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia, yang mengelola program hibah pengabdian masyarakat tingkat nasional untuk dosen di seluruh lembaga pendidikan tinggi di Indonesia. Melalui BIMA (Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat), dosen dapat mengajukan proposal untuk berbagai skema pendanaan pengabdian masyarakat yang kompetitif yang berorientasi pada pemberdayaan, kewirausahaan, dan pembangunan daerah, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan dan daya saing daerah. Komunitas akademik FEB UNAIR memiliki kesempatan untuk mengakses pendanaan ini untuk mendukung pengabdian masyarakat dengan dampak luas pada kemajuan ilmu pengetahuan dan masyarakat di tingkat nasional.

Baca Selengkapnya: Akses BIMA →

Pendanaan Universitas

LPMB adalah unit strategis Universitas Airlangga yang bertanggung jawab untuk memulai, mengkoordinasikan, dan mengembangkan program keterlibatan masyarakat yang berorientasi pada keberlanjutan, sebagai implementasi nyata dari tridharma universitas (tiga pilar pendidikan tinggi). Melalui program Pengembangan Masyarakat Airlangga (AirDev), komunitas akademik UNAIR dapat mengajukan proposal untuk berbagai skema pendanaan keterlibatan masyarakat internal universitas, termasuk skema berbasis desa bantuan, pemberdayaan masyarakat, dan keterlibatan masyarakat skala internasional yang mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Komunitas akademik UNAIR memiliki kesempatan untuk mengakses pendanaan ini untuk mendukung keterlibatan masyarakat dengan dampak luas pada kemajuan ilmu pengetahuan dan kontribusi yang berarti bagi masyarakat di tingkat nasional dan internasional.

Baca Selengkapnya: https://lpmb.unair.ac.id

Pameran Keterlibatan Komunitas

Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

SDGs 1
0
SDGs 2
0
SDGs 3
0
SDGs 4
0
SDGs 5
0
SDGs 6
0
SDGs 7
0
SDGs 8
0
SDGs 9
0
SDGs 10
0
SDGs 11
0
SDGs 12
0
SDGs 13
0
SDGs 14
0
SDGs 15
0
SDGs 16
0
SDGs 17
0