Jurnal Keuangan & Akuntansi Asia ISSN 1946-052X
2015, Vol. 7, No. 1
Penulis:
Muhammad Adnan1*, Sri Maemunah2, Fitri Ismiyanti2 & Rudi Purwono2
1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, Indonesia
2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, Surabaya, Indonesia
Abstrak:
Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor risiko internal dan eksternal yang dianggap relevan yang memengaruhi risiko negara. Hasil estimasi VECM jangka panjang menunjukkan bahwa nilai tukar, suku bunga sertifikat Bank Indonesia (SBI) selama 6 bulan, dan pertumbuhan ekonomi dunia memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap risiko negara. Inflasi, pertumbuhan ekonomi Indonesia, The Fed, dan return MSCI ACWI IMI memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap risiko negara. Semua hipotesis yang disajikan dalam studi ini diterima secara teoritis dan statistik, kecuali hipotesis tentang inflasi yang ditolak karena bertentangan dengan teori, meskipun secara statistik memiliki pengaruh signifikan terhadap risiko negara di Indonesia.
Sementara itu, hasil estimasi VECM dalam jangka pendek menunjukkan bahwa nilai tukar, suku bunga SBI selama 6 bulan, dan pertumbuhan ekonomi dunia memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap risiko negara. The Fed dan return MSCI ACWI IMI memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap risiko negara. Pengujian hipotesis yang diterima dari estimasi VECM dalam jangka pendek adalah nilai tukar, suku bunga SBI dalam 6 bulan, The Fed, pertumbuhan ekonomi dunia, dan imbal hasil MSCI ACWI IMI.
Sumber:
http://www.macrothink.org/journal/index.php/ajfa/article/view/6694/6344