Judul: Model Persaingan Intermodal: Studi Kasus di Jawa Timur
Penulis:
- Bambang Eko Afiatno
- Karno Dwi Joyoutomo
- Kresno Eka Mukti
Departemen: Departemen Ekonomi
Nama Jurnal: Cleaner Logistics and Supply Chain Jenis Jurnal: Scopus Q1 (Tingkat Atas)
Kata kunci: Rantai logistik, Angkutan barang, Moda transportasi, Pilihan moda, Perencanaan transportasi
Abstrak:
Sebagai bagian dari agenda nasional untuk meningkatkan efisiensi logistik, pemerintah Indonesia memperluas infrastruktur pelabuhan darat di Jawa Timur, dengan menekankan konektivitas multimodal antara kawasan industri dan pelabuhan laut. Bangil, Pasuruan, telah ditetapkan sebagai lokasi pelabuhan darat strategis, didukung oleh potensi pengaktifan kembali Pelabuhan Pasuruan dan integrasi dengan jaringan kereta api nasional. Studi ini bertujuan untuk secara komprehensif menentukan moda transportasi optimal untuk pengiriman kontainer dari Bangil ke Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Meskipun truk tetap menjadi moda dominan, munculnya alternatif kereta api dan tongkang menghadirkan peluang untuk pergerakan barang yang lebih efisien dan berkelanjutan, khususnya untuk industri di daerah pedalaman. Metodologi yang digunakan meliputi survei di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak dan pengumpulan data sekunder, yang memberikan wawasan berharga untuk pengambilan keputusan rantai pasokan, peningkatan logistik regional, dan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Indikator utama seperti biaya, jarak, kecepatan, total waktu, waktu bongkar/muat, waktu keseluruhan, dan kapasitas untuk moda jalan raya, kereta api, dan laut dipertimbangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tongkang merupakan moda transportasi yang paling hemat biaya untuk kontainer 1 TEU (IDR 29.570/TEU.km), diikuti oleh truk (IDR 36.791/TEU.km) dan kereta api (IDR 63.810/TEU.km). Untuk kontainer 2 TEU, truk tetap optimal (IDR 46.099/TEU.km). Dari segi efisiensi waktu, kereta api adalah yang tercepat (2,14 jam/TEU.perjalanan), diikuti oleh truk (2,31 jam/TEU.perjalanan) dan tongkang (6,92 jam/TEU.perjalanan). Temuan ini mendukung perencanaan moda transportasi strategis dan memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti untuk memajukan logistik kontainer intermodal di Indonesia.
Untuk detail selengkapnya: https://doi.org/10.1016/j.clscn.2025.100267