BERITA

INSWIFT KARYA MAHASISWA EKONOMI ISLAM FEB UNAIR RAIH BEST PAPER DI YOUNG LEADER FORUM 2026 VIETNAM

INSWIFT KARYA MAHASISWA EKONOMI ISLAM FEB UNAIR RAIH BEST PAPER DI YOUNG LEADER FORUM 2026 VIETNAM

(FEB NEWS) Kabar membanggakan kembali datang dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR). Tim mahasiswa dari Program Studi Ekonomi Islam berhasil menorehkan prestasi internasional dengan meraih penghargaan Best Paper dalam ajang Young Leader Forum 2026 yang diselenggarakan oleh University of Economic and Finance, Vietnam.

Forum bergengsi ini berlangsung pada Rabu–Jumat, 18–20 Maret 2026, bertempat di Ho Chi Minh City, Vietnam. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 200 young leaders dari 11 negara di Asia, di antaranya Malaysia, Singapura, Thailand, China, Indonesia, Korea, Taiwan, Vietnam, India, dan Filipina.

Tim FEB UNAIR yang berhasil mengukir prestasi ini terdiri dari Rizqi Alfy Dzikria (Ekonomi Islam 2024) sebagai ketua tim dan Qisthy Fatiyah Ahmad (Ekonomi Islam 2024) sebagai anggota. Keduanya berhasil membawa karya ilmiah hingga lolos tahap seleksi dan mendapatkan kesempatan untuk dipresentasikan di forum internasional tersebut.

Partisipasi dalam forum ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa FEB UNAIR, mengingat kegiatan ini mengangkat tema besar “Green Shift, Digital Drift, and Future Lift” yang mendorong peran generasi muda dalam menghadapi perubahan global, khususnya dalam bidang teknologi, keberlanjutan, dan inovasi sosial. Proses seleksi yang dilalui pun cukup ketat. Sejak Januari 2026, peserta diwajibkan mengirimkan paper sesuai subtema, kemudian melalui tahap penilaian hingga terpilih 20 karya terbaik dari total sekitar 200 peserta.

Tim Ekonomi Islam FEB UNAIR mengusung karya berjudul “inSwift: Blockchain-Driven Sharia Mobility for Inclusive and Sustainable Urban Transport”. Karya ini berangkat dari kondisi nyata dalam sistem transportasi online, khususnya terkait jam kerja dan distribusi pendapatan. Melalui pendekatan berbasis syariah yang didukung teknologi blockchain, tim menawarkan solusi mobilitas yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Pelaksanaan forum berlangsung secara komprehensif selama tiga hari. Hari pertama diawali dengan opening ceremony, dilanjutkan dengan sesi perkenalan serta networking antar peserta lintas negara. Pada malam harinya, digelar cultural night dan gala dinner yang menghadirkan pertunjukan budaya dari masing-masing delegasi, menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban.

Memasuki hari kedua, peserta mengikuti panel session sesuai subtema. Pada sesi ini, tim UNAIR mempresentasikan karya mereka di hadapan panelis dari pihak UEF dan peserta internasional, yang kemudian dilanjutkan dengan diskusi terbuka. Setelah sesi akademik, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke perusahaan CT Group Vietnam serta eksplorasi Kota Ho Chi Minh untuk melihat perkembangan urban secara langsung.

Hari terakhir diisi dengan kunjungan akademik ke HUTECH University, kemudian ditutup dengan closing ceremony dan sesi penghargaan. Pada momen inilah tim FEB UNAIR berhasil meraih Best Paper pada subtema Creative and Social Entrepreneurship.

Di balik rangkaian kegiatan tersebut, terdapat pengalaman tersendiri yang dirasakan peserta. Forum berlangsung bertepatan dengan bulan Ramadan, sehingga tim tetap menjalankan ibadah puasa di tengah jadwal yang padat. Tantangan seperti mencari makanan halal dan tempat salat di lingkungan mayoritas non-Muslim menjadi bagian dari dinamika yang dihadapi selama kegiatan berlangsung.

Selain capaian akademik, interaksi dengan mahasiswa dari berbagai negara menjadi salah satu pengalaman paling berkesan. Pertemuan tersebut membuka ruang pertukaran gagasan, memperluas wawasan budaya, serta membangun jejaring internasional dalam waktu yang relatif singkat.

Keikutsertaan dan keberhasilan tim FEB UNAIR dalam forum ini tidak hanya menjadi prestasi individu, tetapi juga mencerminkan kesiapan mahasiswa dalam berkompetisi di tingkat global. Pengalaman ini sekaligus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan intelektual, kepercayaan diri, serta keberanian dalam mengambil peluang internasional di masa depan.

Capaian ini juga menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa dalam mendorong pengembangan solusi inovatif yang berorientasi pada keberlanjutan, inklusivitas ekonomi, serta pemanfaatan teknologi untuk menjawab tantangan sosial. Gagasan yang diusung tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga sejalan dengan upaya global dalam menciptakan sistem transportasi yang lebih adil, ramah lingkungan, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat luas.