BERITA

ARSITEK RESEARCH ACCELERATOR, PROGRAM BERMANFAAT BAGI PARA PENELITI MUDA

ARSITEK RESEARCH ACCELERATOR, PROGRAM BERMANFAAT BAGI PARA PENELITI MUDA

(ARSITEK NEWS) Menulis karya tulis ilmiah yang sistematis dan berbasis data bukan lagi sekadar kewajiban akademik, melainkan sebuah keterampilan krusial bagi peneliti muda. Semangat peningkatan kapasitas inilah yang dihadirkan oleh Asosiasi Periset Ekonomi dan Kebijakan (ARSITEK) FEB UNAIR program ARA (Arsitek Research Accelerator) yang dilaksanakan sejumlah enam kali. Kegiatan ini resmi dimulai secara daring pada Jumat (01/5/2026) dengan menggunakan aplikasi zoom meeting dan diakhiri pada Jumat (05/06/2026) secara offline di Ruang Kelas 327, Gedung Utama FEB UNAIR sebagai penutup.

Mengusung fokus pada penguatan kompetensi internal, program yang dirancang dalam enam pertemuan ini menjadi wadah strategis bagi seluruh staf ARSITEK untuk memperdalam kemampuan penulisan ilmiah. Dilaksanakan setiap pukul 18.30 WIB, kegiatan ini hadir sebagai jawaban atas adanya perbedaan pemahaman antar anggota dalam menyusun lembar karya tulis ilmiah yang berbasis data serta model statistik kuantitatif.

AKSI DAN IMPLEMENTASI

Beragam materi diajarkan kepada para peserta untuk memenuhi kebutuhan mereka terkait dengan penulisan karya tulis akademik. Materi dalam kegiatan ini disampaikan oleh Mesakh Roi P.G. (Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga Angkatan 2024), Muhammad Ubaidillah (Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga Angkatan 2024), dan Nuriman Suyuda (Ilmu Ekonomi Universitas Airlangga Angkatan 2023). Di pertemuan yang pertama dan kedua, narasumber membahas terkait dengan literasi akademik guna meningkatkan kemampuan para peserta dalam membaca dan memahami jurnal ilmiah. Selanjutnya di pertemuan ketiga membahas terkait materi pemahaman awal terkait data sehingga diharapkan para peserta tidak salah dalam mengambil data dan mempresentasikannya. Pada pertemuan keempat dan kelima peserta diajarkan untuk dapat menggunakan program Stata yang sangat penting guna bertujuan mengolah data. Terakhir, pertemuan keenam peserta diajarkan terkait dengan OLS untuk dapat mengerti, memahami, dan mampu membuat model sederhana di penulisan karya tulis ilmiah kuantitatif.

Rangkaian kegiatan ARA telah dikemas secara sistematis dalam setiap pertemuannya untuk memastikan efektivitas penyerapan materi. Acara selalu diawali dengan sesi pembukaan dan dilanjutkan dengan pre-test untuk mengukur pemahaman awal peserta terkait topik hari itu. Setelah pemaparan materi inti yang interaktif oleh pemateri, peserta kemudian diwajibkan mengikuti post-test guna mengevaluasi peningkatan keterampilan mereka sebelum akhirnya acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama.

DAMPAK DAN REFLEKSI

Lebih dari sekadar program peningkatan kapasitas internal, Arsitek Research Accelerator 2026 juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Peningkatan literasi riset dan kemampuan analisis kuantitatif ini menjadi fondasi penting dalam membentuk sumber daya manusia yang kritis, kreatif, dan berdaya saing tinggi di masa depan.

Melalui ARA 2026, ARSITEK FEB UNAIR menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan staf secara holistik, demi melahirkan peneliti-peneliti muda yang tidak hanya matang secara teoretis tetapi juga andal secara praktis.

Penulis: Muhammad Nur Yahya

Jelajahi Tentang