BERITA

TIM AGRITERRACE RAIH TIGA PENGHARGAAN DI MALAYSIA 2026

TIM AGRITERRACE RAIH TIGA PENGHARGAAN DI MALAYSIA 2026

(FEB NEWS) Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga dalam ajang International Student Summit Malaysia 2026 yang diselenggarakan oleh Universiti Sains Islam Malaysia pada 13–16 Februari 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam kompetisi esai internasional tersebut, Tim AgriTerrace berhasil meraih Gold Medal kategori Essay, 1st Runner Up (Best Essay Overall in Each Sub-theme), sekaligus berkontribusi pada raihan Grand Champion bersama delegasi Universitas Airlangga lainnya.

Kompetisi yang diikuti lebih dari 100 tim dari enam negara—Malaysia, Indonesia, Filipina, Turkmenistan, Somalia, dan Kenya—ini menjadi ruang adu gagasan berbasis riset, teknologi, dan analisis kebijakan dalam standar akademik internasional. Melalui karya berjudul “AGRITERRACE: Strengthening Smallholder Resilience through AI-Driven Satellite Analytics and Microfinance in Climate-Vulnerable Regions”, tim menawarkan integrasi AI-driven satellite analytics dan skema adaptive microfinance untuk meningkatkan ketahanan petani kecil di wilayah rentan iklim, dengan pendekatan ekonomi kelembagaan dan inklusi keuangan.

Tim AgriTerrace yang diketuai Jose Centurio (Ilmu Ekonomi 2024) bersama Fawaz Januar Iksan, Laura Amaria Dwiputri Julianti, Fachry Haris, dan Mesakh Roi Pratama Ginsu (Ilmu Ekonomi 2024) menunjukkan performa akademik yang kompetitif dalam setiap tahapan seleksi. Dewan juri yang terdiri dari dosen dan akademisi multidisiplin dari Universiti Sains Islam Malaysia menilai karya peserta berdasarkan originalitas ide, ketajaman analisis, keterbaruan sesuai SDGs, dampak, serta kualitas argumentasi dan delivery.

Kompetisi ini tidak hanya menguji kualitas gagasan, tetapi juga melatih kemampuan presentasi lintas budaya dan argumentasi ilmiah di bawah tekanan kompetisi global. “Inovasi yang kuat tidak hanya lahir dari ide yang cerdas, tetapi dari kemampuan mengintegrasikan teknologi, analisis ekonomi, serta kolaborasi tim dalam tekanan kompetisi global,” ungkap perwakilan Tim AgriTerrace dalam wawancara tertulis.

Mereka juga menegaskan bahwa capaian ini menjadi tonggak penting untuk memperkuat kepercayaan diri dalam berkontribusi di level internasional. “Lebih dari sekadar medali, pengalaman ini membentuk pola pikir kami: bahwa inovasi lahir dari keberanian untuk berpikir kritis, berkolaborasi lintas perspektif, dan berani membawa gagasan lokal ke panggung global. Ini bukan akhir perjalanan, melainkan titik awal untuk kontribusi yang lebih luas,” tambahnya.

Dalam prosesnya, seleksi dilakukan secara bertahap dan kompetitif, mulai dari seleksi administratif, submission draft essay, hingga final essay selection yang menyaring lebih dari 100 tim internasional. Tim yang lolos kemudian mengikuti presentasi ilmiah melalui poster dan PPT, sebelum akhirnya ditentukan delapan peraih Gold Medal untuk melaju ke grand final dan overall ranking.

Capaian Tim AgriTerrace dalam ajang ini turut merefleksikan kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2: Tanpa Kelaparan. Gagasan AGRITERRACE berfokus pada penguatan ketahanan petani kecil di wilayah rentan iklim melalui pemanfaatan teknologi berbasis data, sehingga mendorong peningkatan produktivitas, stabilitas pendapatan, dan ketahanan sistem pangan secara berkelanjutan.

Kontribusi tersebut juga selaras dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas. Partisipasi dalam kompetisi akademik internasional menjadi bentuk implementasi pembelajaran berbasis riset yang mendorong mahasiswa mengintegrasikan teori ekonomi, teknologi, serta analisis kebijakan dalam konteks global.

Selain itu, integrasi AI-driven satellite analytics dan adaptive microfinance yang diusung turut mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan ketahanan petani kecil di wilayah rentan iklim. Pendekatan berbasis inklusi keuangan dan teknologi menunjukkan bahwa inovasi ekonomi dapat dirancang untuk menciptakan dampak berkelanjutan.

Pemanfaatan teknologi untuk optimalisasi penggunaan lahan dan sumber daya pertanian juga selaras dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Inovasi ini mendorong praktik produksi yang lebih efisien, adaptif terhadap perubahan iklim, serta berorientasi pada keberlanjutan jangka panjang.

Keberhasilan Tim AgriTerrace meraih Gold Medal dan 1st Runner Up sekaligus berkontribusi pada predikat Grand Champion menegaskan kapasitas mahasiswa FEB UNAIR dalam mengintegrasikan riset, teknologi, dan analisis kebijakan dalam forum global. Capaian ini menjadi bukti bahwa gagasan berbasis riset dan kolaborasi mampu bersaing dan memberikan dampak di tingkat internasional.
Ke depan, prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan inovasi yang relevan, adaptif, dan berorientasi solusi bagi tantangan global.