BERITA

STRATEGI BARU DI TAHUN BARU, FEB UNAIR PACU INOVASI HADAPI PERSAINGAN GLOBAL

STRATEGI BARU DI TAHUN BARU, FEB UNAIR PACU INOVASI HADAPI PERSAINGAN GLOBAL

(FEB NEWS) Di tahun pertama status PTN Badan Hukum (PTN-BH), FEB UNAIR tidak lagi hanya berbicara tentang target, tetapi tentang strategi disruptif. Hal ini mengemuka dalam acara Penandatanganan Kontrak Kinerja 2026 yang digelar secara khidmat di Aula KRT Fadjar Notonagoro, Kamis (22/1/2026). Acara yang dihadiri seluruh pimpinan departemen dan unit ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan deklarasi kesiapan menghadapi peta persaingan pendidikan tinggi yang semakin dinamis dan kompetitif.

Dekan FEB UNAIR, Prof. Dr. Rudi Purwono, menekankan bahwa tahun 2026 adalah momentum berbeda. “Ilmu dan strategi kita telah dipelajari banyak perguruan tinggi. Jika kita gunakan cara yang sama, kita tidak akan bergerak. Kita butuh lompatan strategis,”ujarnya. Pernyataan ini menjadi benang merah seluruh agenda, menandai pergeseran dari pola kerja biasa menuju inovasi kolektif.

Kontrak kinerja 2026 menetapkan target ambisius: mendorong peringkat universitas dari posisi 287 menjadi 250 secara nasional. “Ini lompatan 37 perguruan tinggi. Butuh langkah terbaru, bukan business as usual,” tegas Prof. Rudi. Target tersebut merupakan turunan dari komitmen Universitas Airlangga secara keseluruhan, yang telah dideklarasikan dalam penandatanganan kontrak dengan Rektor dua minggu sebelumnya.

Untuk mencapainya, FEB UNAIR akan mengandalkan pendekatan sinergi holistik. Setiap departemen mulai dari Ilmu Ekonomi, Manajemen, Akuntansi, dan Ekonomi Syariah, serta unit pendukung seperti program internasional, pusat kewirausahaan, dan lembaga penelitian, diikat dalam satu peta jalan yang saling terkait. “Tidak ada yang boleh bekerja sendiri. Sinergi antar departemen, unit, bahkan dengan organisasi mahasiswa, adalah kunci,” imbuhnya.

Strategi utama yang digarisbawahi adalah penguatan kolaborasi strategis. Dekan menyoroti sejumlah kemitraan unggulan yang menjadi fondasi, seperti dengan BRI (Manajemen), BPS dan PLN (Ilmu Ekonomi), serta Mitro dan BPJS (Akuntansi). “Kita harus menjaga dan menghidupkan kemitraan ini, tidak hanya melalui program studi, tetapi juga dengan mengundang para praktisi untuk terlibat dalam pembelajaran di kampus,” paparnya.

Pendekatan ini diharapkan menciptakan ekosistem pengetahuan yang saling menguatkan antara teori dan praktik. Kerja sama dengan dunia industri dan pemerintahan tidak lagi sekadar MoU, tetapi dirancang untuk menghasilkan inovasi kurikulum, riset terapan, dan penciptaan peluang karir bagi mahasiswa.

Untuk memastikan strategi berjalan lincah, mekanisme evaluasi periodik akan diterapkan secara ketat. “Kita akan melakukan monitoring rutin. Jika ada strategi yang tidak efektif, kita harus berani berubah cepat. Agilitas adalah senjata di tengah disrupsi,” tutur Prof. Rudi. Prinsip ini sejalan dengan semangat “Excellence with Morality” yang menjadi nilai inti fakultas.

Acara yang dihadiri Wakil Dekan I, II, III, beserta seluruh ketua departemen dan unit itu ditutup dengan pesan tentang kekuatan kolektif. “Jangan pernah melihat target sebagai beban individu. Kita gotong royong, maka semua akan terasa ringan. Kita bekerja dengan integritas, dan kita iringi dengan doa,” pesannya.

Penulis: Sintya Alfafa