
(FEB NEWS) – Aula Garuda Mukti kerap menjadi saksi bisu pencapaian akademik tertinggi, namun Rabu ini (12/02/2026), atmosfernya terasa berbeda. Terdapat dua sosok yang tidak hanya dipersatukan oleh sumpah jabatan, tetapi juga oleh sumpah pernikahan. Pertama kalinya dalam sejarah FEB UNAIR, sepasang suami istri dikukuhkan sebagai Guru Besar secara bersamaan.
Mereka adalah Prof. Dian Ekowati, S.E., M.Si., M.AppCom(OrgCh)., Ph.D., dan Prof. Unggul Heriqbaldi, S.E., M.Si., M.AppEc., Ph.D. Sebuah kebetulan yang seolah dirancang oleh takdir, dimana keduanya memulai karir sebagai Penata Muda Tingkat I di tahun yang sama, 2003, dan kini, dua dekade kemudian, mereka berdiri di panggung yang sama sebagai puncak otoritas akademik.
Kisah mereka adalah definisi dari couple goals kaum akademisi. Menelisik rekam jejaknya, Prof. Dian dan Prof. Unggul memiliki “DNA akademik” yang nyaris identik. Keduanya adalah jebolan Sarjana Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Tak cukup di situ, romantisme ilmiah mereka berlanjut ke jenjang Magister Sains di kampus yang sama, meski terpaut satu tahun angkatan.
Perjalanan dari Yogyakarta menuju Surabaya, meniti karier dari bawah sebagai dosen muda, hingga berjibaku dengan riset doktoral, adalah bukti ketangguhan mental. Menjadi akademisi itu sunyi dan penuh tekanan. Namun, Prof. Dian dan Prof. Unggul membuktikan bahwa beban berat riset dan tuntutan publikasi menjadi lebih ringan ketika dipikul bersama pasangan yang mengerti “bahasa” yang sama.
Selamat untuk Prof. Dian dan Prof. Unggul. Di tangan kalian, ilmu ekonomi tidak hanya menjadi deretan angka dan teori, tapi menjadi kisah hidup yang menghangatkan hati.
Penulis: Sintya Alfafa