BERITA

MENEMBUS KETATNYA ARENA INVESTASI GLOBAL, TIM TRIVEST FEB UNAIR TEMBUS LIMA BESAR DINAMIC 2025

MENEMBUS KETATNYA ARENA INVESTASI GLOBAL, TIM TRIVEST FEB UNAIR TEMBUS LIMA BESAR DINAMIC 2025

(FEB NEWS) – Di tengah ketatnya persaingan riset pasar modal tingkat internasional, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga kembali menorehkan capaian membanggakan. Tim Trivest FEB UNAIR berhasil meraih peringkat kelima dalam ajang The 10th Diponegoro International Capital Market Investment Challenge (DINAMIC) 2025, kompetisi equity research bergengsi yang diselenggarakan oleh KSPM FEB Universitas Diponegoro.

Prestasi tersebut diraih setelah melalui proses seleksi panjang dan kompetitif, mulai dari 50 tim peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri, hingga mengerucut menjadi 14 tim finalis terbaik. Babak final kompetisi ini digelar pada (12/09/2025) di FEB UNDIP, setelah rangkaian seleksi daring sejak April hingga Agustus 2025.

Tim Trivest FEB UNAIR

Tim Trivest terdiri dari tiga mahasiswa FEB UNAIR lintas angkatan, yakni Adi Nugroho (S1 Manajemen 2023), Nurul Alfiandy (S1 Manajemen 2024), dan Hans Albert Imanuel Wijaya (S1 Akuntansi 2024). Ketiganya tampil di hadapan dewan juri nasional yang berpengalaman di industri pasar modal dan valuasi.

Para juri terdiri dari Ryan Edriansyah Adhi, Senior Associate Valuation, Modelling, and Economics EY Parthenon; Salvian Fernando, CSA, Head of Research and Market Information PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI); serta Ike Widiawati, Head of Retail Research Sinarmas Sekuritas.

Belajar di Arena Nyata

Bagi Tim Trivest, DINAMIC 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang pembelajaran intensif. Kompetisi ini sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris, mulai dari penulisan Equity Research Paper, Pitch Deck, hingga sesi presentasi dan tanya jawab final, yakni sebuah standar profesional yang jarang ditemui dalam kompetisi mahasiswa.
“Nilai prestisius DINAMIC dan rekam jejak alumninya di industri finance menjadi alasan utama kami mengikuti kompetisi ini,” ungkap perwakilan tim.

Strategi dan Tantangan

Dalam tahap penyisihan, tim menganalisis BSDE (PT Bumi Serpong Damai Tbk), sementara pada babak final mereka mengkaji SMRA (PT Summarecon Agung Tbk) keduanya dari sektor properti dan real estat. Analisis dilakukan dengan pendekatan top-down, dimulai dari makroekonomi dan industri hingga financial modelling, valuasi, dan analisis teknikal.

Tantangan terbesar datang dari kondisi makroekonomi global 2025 yang sarat FUD (Fear, Uncertainty, and Doubt). Meski demikian, tim tetap menyusun tesis investasi jangka menengah-panjang dengan keyakinan pada potensi ekonomi ekspansif dalam lima tahun ke depan.

Pelajaran dari Lima Besar

Meski belum meraih gelar juara, capaian lima besar ini menjadi honorable mention yang bernilai strategis. Tim Trivest dinilai unggul dalam presentasi final, meski masih memiliki ruang perbaikan dalam kedalaman equity research paper atau sebuah evaluasi yang menjadi bekal penting untuk kompetisi selanjutnya.

Menariknya, seluruh proses persiapan hingga pembiayaan kompetisi dilakukan secara mandiri, tanpa dukungan materi maupun pendanaan institusional.

“Kami banyak belajar dari feedback juri. Insight tersebut sangat berharga untuk pengembangan metodologi riset kami ke depan,” pungkasnya.