BERITA

KOLABORASI MAHASISWA FEB UNAIR DAN KPPU KANWIL IV SUKSES TINGKATKAN BRANDING DAN DORONG DAYA SAING UMK PONOROGO

KOLABORASI MAHASISWA FEB UNAIR DAN KPPU KANWIL IV SUKSES TINGKATKAN BRANDING DAN DORONG DAYA SAING UMK PONOROGO

Surabaya, Kamis 14 Agustus 2025  Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga menunjukkan aksi nyata kepedulian terhadap UMK dengan mengikuti Program Peduli UMK Vol. 2 yang berkolaborasi dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah IV. Kegiatan yang tim kami lakukan bertujuan untuk meningkatkan branding usaha guna mendorong daya saing para pelaku UMK di Ponorogo.

Program ini berlangsung dari 7 Juli hingga 8 Agustus 2025 dan dilaksanakan oleh Kelompok 35 yang beranggotakan Muhammad Irfani (Akuntansi 2023) Andini Putri Semantikaningtyas (Manajemen 2024), Aufa Zayyin Aditya Wardana (Akuntansi 2024), dan Widiatik Marlina (Ilmu Ekonomi 2024). Kegiatan ini dilaksanakan di tiga desa, yaitu Desa Somoroto, Desa Carat, dan Desa Maron, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo, dengan melibatkan 12 pelaku UMK yang bergerak di berbagai bidang. Tempe Bu Lastri, Tempe Pak Giyatno, Penjahit Bantarangin, Otak-otak Ikan Makmur Jaya, Kerupuk Barokah, Rengginang Bu Karmi, Tempe Kripik Halal Barokah, Pengrajin Reog Pak Sardju, Jamu Seger Waras, Risol Mayo dan Donat Kentang Bu Mega, Nasi Pecel Bu Mismiyanah, Toko Kelontong Bu Nurul.

Rangkaian kegiatan Peduli UMK ini diawali dengan identifikasi tiga permasalahan utama yang dihadapi para pelaku UMK, yaitu kurangnya branding usaha, lemahnya strategi pemasaran, serta minimnya pemahaman mengenai pencatatan dan pengelolaan keuangan. Berdasarkan temuan tersebut, tim kami kemudian merancang program yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pelaku UMK.

Program yang dilaksanakan meliputi optimalisasi branding usaha melalui pemanfaatan digitalisasi. Tim melakukan pendampingan pembuatan konten kreatif di media sosial, Google Maps, serta penerapan pembayaran QRIS. Selain itu, terdapat program penguatan identitas usaha melalui pembuatan logo, banner, dan label produk, serta pendampingan legalitas usaha. Program lainnya adalah peningkatan pemahaman pelaku UMK melalui sosialisasi mengenai pencatatan keuangan sederhana dan persaingan usaha yang sehat.

Dampak nyata dari Program Peduli UMK ini terlihat dari meningkatnya branding para pelaku UMK melalui digitalisasi dan penguatan identitas usaha. Kini, 12 pelaku UMK peserta program telah memiliki identitas usaha yang lebih jelas, termasuk logo, banner, dan titik lokasi di Google Maps. Beberapa di antaranya juga telah memiliki fasilitas pembayaran QRIS, seperti Toko Kelontong Bu Nurul sedangkan usaha Risol dan Donat milik Bu Mega telah mendaftarkan legalitas usaha berupa NIB. Selain itu, program ini turut meningkatkan pemahaman para pelaku UMK terhadap pentingnya strategi pemasaran digital, legalitas usaha, serta kemampuan melakukan pencatatan keuangan sederhana guna mengoptimalkan operasional usaha mereka.

Ibu Sulis, pelaku UMK Jamu Seger Waras, mengaku terbantu dengan adanya program pendampingan ini. “Sekarang, usaha saya sudah memiliki label produk, banner, dan juga terdaftar di Google Maps. Semoga usaha saya semakin dikenal banyak orang,” ungkapnya.

Di samping mendukung perkembangan UMK, program ini juga menyasar generasi muda melalui sosialisasi persaingan usaha sehat di tiga sekolah. Kegiatan dilaksanakan di MAN 2 Ponorogo yang diikuti lebih dari 250 siswa kelas 11, SMAN 1 Badegan, dan SMAN 3 Ponorogo dengan peserta kurang lebih 100 siswa kelas 12. Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran sejak dini tentang pentingnya persaingan yang sehat dalam dunia usaha sekaligus memperkenalkan FEB UNAIR sebagai pilihan program studi lanjutan.

Program Peduli UMK Vol. 2 merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 dan 8, yaitu kualitas pendidikan serta pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Kolaborasi antara mahasiswa FEB dan KPPU dalam program ini menunjukkan betapa pentingnya sinergi antara dunia akademis dengan lembaga pemerintah untuk memberdayakan masyarakat secara optimal.

Keberhasilan program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan pelaku UMK dan perekonomian lokal, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem yang lebih kondusif bagi pertumbuhan UMK ke depan.