BERITA

FEB UNAIR TERIMA KUNJUNGAN MUI JATIM GUNA LAKUKAN SINERGI PENGEMBANGAN PROGRAM TRUST FUND

FEB UNAIR TERIMA KUNJUNGAN MUI JATIM GUNA LAKUKAN SINERGI PENGEMBANGAN PROGRAM TRUST FUND

(FEB NEWS) Komisi Pengembangan Dana Umat dan Filantropi (PDUF) MUI Jawa Timur melaksanakan audiensi strategis dengan jajaran Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga. Fokus utama pembahasan adalah implementasi trust fund sebagai instrumen keberlanjutan pendanaan kegiatan sosial, khususnya pengembangan pondok pesantren dan masjid di Jawa Timur, (6/4/2026).

Wakil Ketua V MUI Jatim, Mochamad Badowi, memaparkan bahwa harmoni hubungan MUI dan pemerintah saat ini membuka peluang nyata untuk menginisiasi proyek tersebut. Konsep fundamental trust fund menekankan pada pengamanan aset pokok agar tidak habis, dengan pemanfaatan hasilnya secara berkelanjutan.

“Dana yang diamanahkan tidak habis, tetapi terkelola dengan baik,” ujarnya. Target awal adalah mengelola satu hingga dua yayasan pondok pesantren dan pemberdayaan masjid di Jawa Timur.

Menanggapi rencana tersebut, Dekan FEB UNAIR beserta jajaran akademisi memberikan sejumlah rekomendasi kritis. Sebagai tuan rumah, Prof. Dr. Rudi Purwono, SE., M.SE. menegaskan bahwa langkah terdekat adalah edukasi masyarakat mengenai proses pelaksanaan trust fund sebelum program diluncurkan secara luas. “langkah terdekat adalah edukasi kepada masyarakat lalu merealisasikan proses trust fund, maka ketika diluncurkan akan berpotensi lebih banyaknya masyarakat yang berkontribusi di dalam program trust fund MUI” ungkapnya.

Guru Besar FEB UNAIR Prof. Dr. Imron Mawardi,S.P., M,Si turut menyoroti perlunya spesifikasi tujuan lembaga agar tidak tumpang tindih dengan lembaga filantropi lain seperti LAZ dan Baznas. Ia mencontohkan, belum ada trust fund yang spesifik untuk beasiswa pendidikan di Indonesia, berbeda dengan Malaysia yang telah membentuk lembaga sejenis di bawah bank sentral. Selain itu, target pasar penggalangan dana harus ditetapkan secara jelas untuk menghindari persaingan dengan lembaga yang sudah ada.

Sebagai kesimpulan, Wakil Dekan 3 FEB UNAIR, Novrys Suhardianto, merumuskan empat catatan utama, yaitu tujuan, target pasar, tata kelola, dan aspek teknis. Tim akademisi menawarkan penyusunan naskah akademik sebagai ruang elaborasi lebih presisi. Kesepakatan jangka panjang mencakup pelibatan mahasiswa S1 hingga S3 dalam forum diskusi, serta potensi MUI sebagai dosen penguji tugas akhir.