

(FEB NEWS) Digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan bagi pelaku usaha di era modern. Semangat itulah yang mendorong mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga menyelenggarakan Program Peduli UMK Vol. 2, sebuah program pendampingan intensif penerapan QRIS bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) di Kabupaten Sidoarjo.
Program ini dilaksanakan dalam rangka kegiatan KKN pada periode 2 Juli hingga 30 Agustus 2025, dengan tahapan pelaksanaan inti berlangsung pada 7 Juli hingga 3 Agustus 2025. Program ini digagas oleh Najla Khansa Humaira Hafianta dan Lena Anggreyani Septi di bawah bimbingan Tantri Sun Estuning Dasih, S.A., M.A., program ini juga berkolaborasi dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil IV guna memastikan dampak pendampingan yang nyata dan terstruktur.
UMK sejatinya adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. Namun di balik perannya yang besar, banyak pelaku usaha kecil yang masih tertinggal dalam mengadopsi sistem pembayaran modern. Minimnya sosialisasi, rendahnya literasi digital, serta ketidakpahaman akan manfaat QRIS menjadi hambatan nyata yang dihadapi sehari-hari. Program Peduli UMK Vol. 2 hadir bukan sekadar sebagai kegiatan akademik, melainkan sebagai bentuk nyata keberpihakan perguruan tinggi terhadap pemberdayaan ekonomi lokal.
Pendampingan dilakukan secara langsung di lokasi usaha sejumlah tenant lokal, mulai dari Septi Sayur, Rika Tasty Kitchen, Teras Njajan Cikgu, Ridho Motor, Zea Ice, Titik Jamu, hingga Ridho Kabul. Pendekatan door-to-door ini memungkinkan setiap pelaku usaha merasakan manfaat QRIS secara langsung dalam konteks usaha mereka masing-masing, bukan sekadar teori di atas kertas.
Program ini dilaksanakan melalui tiga tahapan yang saling berkesinambungan. Tahap pertama adalah sosialisasi, di mana para pelaku UMK diperkenalkan pada keunggulan QRIS dibanding transaksi tunai, mencakup aspek keamanan, transparansi, dan kemudahan pencatatan keuangan. Sesi ini dirancang dua arah — peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga aktif berbagi pengalaman dan kendala yang selama ini mereka hadapi.
Tahap kedua adalah pendampingan pendaftaran dan aktivasi akun QRIS. Setiap pelaku usaha dibimbing langkah demi langkah, mulai dari pengisian data, proses verifikasi, hingga akun QRIS mereka resmi aktif dan siap digunakan. Tahap ketiga adalah pelatihan penggunaan QRIS secara praktis melalui simulasi transaksi langsung — mulai dari cara menerima pembayaran hingga mengintegrasikannya dengan pencatatan keuangan sederhana.
Salah satu pelaku UMK mengungkapkan manfaat yang dirasakannya secara langsung. “Dengan adanya pendampingan, usaha kami jadi lebih mudah melayani pelanggan. QRIS membuat transaksi lebih cepat, tanpa repot urusan uang kembalian,” tuturnya.
Hasilnya berbicara sendiri. Berdasarkan hasil survei, 57,1% responden menyatakan sangat puas terhadap sosialisasi dan pendampingan yang diberikan, sementara 85,7% menilai QRIS terbukti membantu meningkatkan kemudahan transaksi, transparansi keuangan, serta daya saing usaha mereka. Sebagian besar UMK yang terlibat kini telah memiliki akun QRIS aktif dan mulai mempraktikkannya dalam keseharian.
Lebih dari sekadar program kemahasiswaan, Peduli UMK Vol. 2 juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui penguatan daya saing UMK di era digital, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dengan mendorong adopsi teknologi keuangan yang inklusif di tingkat usaha mikro.
Program Peduli UMK Vol. 2 membuktikan bahwa digitalisasi sederhana seperti QRIS dapat menjadi pintu masuk yang nyata bagi UMK untuk meningkatkan daya saing di tengah transformasi ekonomi digital. Kolaborasi antara FEB UNAIR dan KPPU menjadi contoh konkret bagaimana institusi pendidikan dan lembaga pemerintah dapat bersinergi untuk memberdayakan masyarakat.
Ke depan, program ini diharapkan terus berlanjut dengan pendampingan yang lebih merata dan menjangkau lebih banyak wilayah, sehingga manfaat digitalisasi dapat dirasakan secara luas oleh seluruh pelaku UMK Indonesia.
Penulis: Najla Khansa Humaira Hafianta & Lena Anggreyani Septi