
FEB NEWS – Surabaya, Rabu 07 Januari 2026 – Berlatar belakang pendidikan akuntansi, dunia angka yang rigid dan penuh regulasi. Namun, Achmad Djaffarudin Moeksin justru memilih medan yang sama sekali berbeda, yaitu di dapur. Sebagai pemilik Hidayah Catering, alumni S1 Akuntansi FEB UNAIR angkatan 2007 ini tidak hanya meneruskan usaha rintisan orang tua, tetapi membesarkannya dengan presisi seorang akuntan dan jiwa seorang perintis.
“Mau jadi perintis atau pewaris? Jalan sukses, kita sendiri yang menentukan,” ujarnya. Prinsip itulah yang menggerakkannya, dari melayani pesanan kecil hingga skala besar, membuktikan bahwa ilmu akuntansi tidak hanya berguna di belakang meja, tetapi juga dalam mengelola logistik, biaya, dan strategi pertumbuhan bisnis kuliner.
Jejak Kuliah dan Keprofesionalisme
Kunci ekspansinya terletak pada jejaring profesional yang aktif ia bangun. Keanggotaannya di HIPMI dan APJI bukan sekadar kartu nama, melainkan saluran vital untuk bertukar informasi industri. Berangkat dari tren pasar, manajemen rantai pasok, hingga strategi pemasaran digital, komunitas menjadi ruang pembelajaran yang mempercepat adaptasi bisnisnya di dunia F&B yang kompetitif.
Prestasinya pun nyata. Ia meraih predikat perolehan omset terbanyak ketiga se-Jawa Timur tahun 2024 di lingkup Pemprov Jatim. Terbukti bahwa bisnis keluarga bisa bertransformasi menjadi usaha dengan skala dan dampak regional.
Aktif Beri Makna dan Kebermanfaatan
Baginya, kesuksesan komersial tidak membuatnya menjauh dari kampus. Justru, ia aktif kembali sebagai pembicara, mentor, dan membuka peluang magang maupun kerja bagi mahasiswa dan alumni. Baginya, ini adalah cara memberi dampak berkelanjutan bukan hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga mencetak calon-calon entrepreneur yang siap bersaing.
“Kesuksesan bukan dari seberapa banyak hartamu. Tapi seberapa banyak orang yang merasakan dampakmu bagi orang lain,” tegasnya. Filosofi ini ia jalankan setiap hari, mengubah warisan keluarga menjadi warisan pengetahuan dan peluang bagi banyak orang.
Dampak sebagai Ukuran
Achmad Djaffarudin Moeksin membuktikan bahwa identitas profesional tidak harus linear. Ia adalah akuntan yang paham ledakan rasa, pewaris yang berjiwa perintis, dan pengusaha yang mengutamakan dampak sosial. Dalam setiap nampan hidangan yang dikirim, ada cerita tentang lompatan iman, ketekunan membangun jaringan, dan komitmen untuk mengalirkan ilmu kembali ke masyarakat.
Di tangannya, katering bukan sekadar urusan perut, melainkan medium menciptakan nilai, membuka pintu rezeki, dan menulis ulang definisi kesuksesan.