

(FEB NEWS) Kegiatan Entrepreneur Day yang rutin digelar setiap hari Jumat kembali menghadirkan pembelajaran aplikatif bagi mahasiswa. Kali ini, Departemen Ekonomi Islam FEB UNAIR menyelenggarakan Kuliah Tamu dengan menghadirkan Asikin Ashar, S.E.I., M.S.E.I., Deputi Kepala Wilayah PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Timur, bertempat di Aula KRT Fadjar Notonagoro, Lantai 2 FEB UNAIR. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Dekan I FEB UNAIR, Prof. Dr. Tika Widiastuti, dan diikuti oleh mahasiswa dengan penuh antusias.
Kuliah tamu ini membahas sistem perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia secara komprehensif, mulai dari konsep dasar saham, mekanisme pembentukan harga, hingga praktik langsung transaksi melalui aplikasi perdagangan saham.
Memasuki sesi materi dengan moderator – Dr. Puji Sucia Sukmaningrum, S.E., CiFP. – Sekretaris Departemen Ekonomi Islam, suasana aula terasa dinamis dan interaktif. Narasumber tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga menghadirkan kisah inspiratif tokoh dunia seperti David Beckham dan Roger Federer yang memilih kepemilikan saham sebagai strategi jangka panjang membangun kekayaan. Mahasiswa diajak memahami bahwa saham bukan sekadar instrumen spekulatif, melainkan bukti kepemilikan atas perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan nilai.
Sebagai alumni S1 Ekonomi Islam dan Magister Sains Ekonomi Islam Universitas Airlangga, Asikin Ashar menunjukkan bagaimana keilmuan ekonomi Islam dapat berjalan berdampingan dengan praktik pasar modal modern. Sejak 2014, beliau menjabat sebagai Deputi Kepala Wilayah BEI Jawa Timur serta memiliki sertifikasi Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE), yang memperkuat kompetensinya sebagai praktisi pasar modal.
Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara detail mekanisme price priority dan time priority, sistem auto rejection, jam perdagangan, hingga struktur biaya transaksi jual beli saham. Mahasiswa juga diperlihatkan data pertumbuhan investor pasar modal Indonesia yang terus meningkat signifikan, khususnya dari kalangan generasi muda.
“Pasar modal adalah sarana membangun visi jangka panjang. Anak muda harus mulai memahami bagaimana uang bekerja dan bagaimana mengelola risiko,”.
Prof. Dr. Tila Widiastuti dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan literasi keuangan bagi mahasiswa sebagai bekal menghadapi dinamika industri yang semakin kompetitif. Ia menyampaikan bahwa pemahaman terhadap pasar modal, baik konvensional maupun syariah, tidak lagi menjadi nilai tambah semata, melainkan kebutuhan mendasar dalam membentuk lulusan yang adaptif, responsif terhadap perkembangan global, serta mampu menangkap peluang karier di sektor keuangan dan investasi. Menurutnya, mahasiswa FEB UNAIR harus mampu mengintegrasikan pemahaman akademik dengan wawasan praktik agar siap bersaing di dunia profesional.
Sesi praktik menjadi bagian paling menarik dalam kegiatan ini. Mahasiswa diajak langsung membuka aplikasi perdagangan saham dan melihat fitur market, watchlist, grafik pergerakan harga, hingga simulasi virtual trading. Melalui praltik simulasi secara virtual tersebut mahasiswa mendapatkan gambaran utuh tentang sistem perdagangan saham di BEI.
Antusiasme mahasiswa terlihat ketika mereka meminta contoh langsung pembelian saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Narasumber kemudian mencontohkan bagaimana membaca harga bid dan offer, menentukan jumlah lot (minimal 1 lot = 100 lembar saham), menghitung estimasi dana yang dibutuhkan, serta memperkirakan biaya transaksi seperti komisi broker dan pajak.
Melalui simulasi tersebut, mahasiswa memahami bahwa keputusan membeli saham harus mempertimbangkan harga pasar, volume transaksi, serta profil risiko pribadi. Narasumber juga menekankan pentingnya analisis sebelum membeli saham, baik dari sisi fundamental maupun teknikal.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata pembelajaran kontekstual yang tidak hanya berhenti pada teori di kelas, tetapi juga membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis dalam memahami dinamika pasar modal.
Kuliah tamu ini menegaskan komitmen FEB UNAIR dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan industri keuangan nasional. Literasi dan praktik langsung pasar modal menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk membangun kemandirian finansial di masa depan.
Melalui Entrepreneur Day, mahasiswa tidak hanya belajar menjadi akademisi yang unggul, tetapi juga calon investor dan pelaku ekonomi yang cerdas, adaptif, dan visioner.