BERITA

OPEN DONASI QURBAN 1447H

Pemerataan pembangunan hingga ke pelosok daerah masih menjadi tantangan dalam mewujudkan kesejahteraan yang adil. Dalam hal ini, mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki peran strategis untuk membantu mengurangi kesenjangan melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Bina Abdi Desa merupakan program unggulan Departemen Pengabdian Masyarakat BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga tahun 2026 yang berfokus pada pemberdayaan desa dengan pendekatan berkelanjutan, partisipatif, dan solutif. Program ini memasuki tahun keempat pelaksanaannya di Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, sebuah desa dengan potensi besar, namun masih menghadapi keterbatasan di bidang pendidikan, ekonomi, lingkungan, dan infrastruktur.

Sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, program ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata. Kolaborasi antara mahasiswa dan warga difokuskan pada pengembangan potensi lokal. Pengelolaan potensi belum dilaksanakan secara optimal dan masih terkendala infrastruktur serta digitalisasi. Di sisi lain, akses pendidikan dan layanan kesehatan yang terbatas juga menjadi perhatian utama. Dengan latar belakang tersebut, Desa Kandangan dinilai relevan sebagai lokasi pengabdian dalam mendukung pencapaian SDGs, khususnya pada aspek kesehatan dan kesejahteraan (SDG 3), pendidikan berkualitas (SDG 4), pertumbuhan ekonomi (SDG 8), serta permukiman berkelanjutan (SDG 11).

Bina Abdi Desa berupaya mendorong transformasi sosial melalui empat sektor utama. Pada bidang pendidikan, program ini menghadirkan kegiatan edukatif dan motivatif bagi siswa sekolah dasar. Dalam bidang kesehatan, dilakukan pemeriksaan gratis dan edukasi pola hidup sehat bagi lansia. Dari sisi lingkungan, program ini menginisiasi perbaikan dan pengelolaan yang baik. Sementara itu, pada sektor ekonomi, dilakukan pendampingan dan pengembangan BUMDes, digitalisasi administrasi, sertifikasi halal, serta penguatan branding dan pemasaran UMKM lokal.

Pelaksanaan program dibagi ke dalam dua pilar utama. Pilar Pemberdayaan Komunitas menitikberatkan pada keterlibatan langsung mahasiswa dalam kegiatan sosial bersama masyarakat, seperti edukasi, kampanye kesehatan, dan pengelolaan lingkungan. Sedangkan Pilar Revitalisasi Ekonomi Desa berfokus pada penguatan ekonomi lokal melalui pendampingan BUMDes, pengembangan unit usaha, digitalisasi penjualan, serta fasilitasi sertifikasi halal. Program ini dijadwalkan berlangsung selama tujuh hari. yaitu pada 27 Juli–3 Agustus 2026. Melalui Bina Abdi Desa, mahasiswa FEB Universitas Airlangga diharapkan mampu berkontribusi sebagai penggerak masyarakat yang mandiri, sehat, dan berdaya saing. Program ini menjadi wujud nyata peran pendidikan tinggi dalam mendampingi masyarakat desa secara berkelanjutan.