BERITA

RECHARGING 1 E-RADIO 2026 PERKUAT KAPASITAS BROADCASTING MAHASISWA

RECHARGING 1 E-RADIO 2026 PERKUAT KAPASITAS BROADCASTING MAHASISWA

(FEB NEWS) E-Radio Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR menyelenggarakan Recharging 1 E-Radio 2026 pada Kamis (26/2/2026) dengan tema “ReCharge & Grow: Empowering Minds, Energizing Souls” sebagai upaya penguatan kapasitas anggota di bidang broadcasting dan public speaking. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi regenerasi organisasi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang profesional dan adaptif terhadap dinamika industri media. Melalui sesi pemaparan materi dan praktik langsung, peserta memperoleh pembekalan teknis siaran sekaligus pemahaman manajerial.

Pada sesi pertama, Lovina Chairani Azizah selaku General Manager E-Radio 2026 memaparkan perbedaan karakter announcing, podcasting, dan reporting, serta tahapan siaran yang sistematis mulai dari pra-siaran hingga evaluasi. Ia menekankan bahwa kualitas siaran tidak hanya bergantung pada keberanian berbicara, melainkan pada kesiapan substansi dan teknik penyampaian.
“Dalam siaran, pendengar tidak bisa melihat ekspresi penyiar sehingga kekuatan utama terletak pada suara. Oleh karena itu, teknik seperti smiling voice, artikulasi yang jelas, dan kontrol pernapasan menjadi krusial agar pesan dapat diterima secara utuh,” ujar Lovina.

Lebih lanjut, Lovina menjelaskan bahwa siaran merupakan proses yang mencakup riset topik, penyusunan naskah, eksekusi, hingga evaluasi untuk menjaga konsistensi kualitas. Materi juga mengulas struktur siaran yang meliputi opening, bridging, content, dan closing sebagai fondasi program yang terarah. Peserta dibekali pemahaman mengenai urgensi pemilihan topik yang relevan bagi mahasiswa serta penyampaian yang terstruktur dan komunikatif.

Pada sesi berikutnya, Indah Wahyu Pratiwi selaku Vice General Manager E-Radio 2026 memaparkan mekanisme creative reporting sebagai bagian dari tata kelola organisasi. Ia menjelaskan bahwa proses peliputan tidak terlepas dari koordinasi dengan Humas FEB dan divisi Public Relation guna memastikan alur kerja yang profesional dan akuntabel.

“Reporting bukan sekadar datang dan meliput, tetapi terdapat regulasi serta koordinasi yang harus dijalankan. Talent wajib menyiapkan skrip H-1 yang memuat unsur 5W+1H dan melalui proses pengecekan sebelum hari pelaksanaan. Selain itu, opening dan closing ditetapkan oleh tim agar E-Radio memiliki ciri khas yang konsisten dalam setiap peliputan,” jelasnya.

Melalui pelatihan ini, anggota tidak hanya memahami aspek teknis peliputan, tetapi juga tanggung jawab etis dalam penyampaian informasi. Recharging 1 E-Radio 2026 sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG) ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas karena menghadirkan pembelajaran nonformal yang inklusif dan relevan dengan kebutuhan industri kreatif. Melalui penguatan kompetensi yang berkelanjutan, E-Radio diharapkan mampu mencetak penyiar dan reporter muda yang profesional serta berdaya saing.

Penulis: Sintya Alfafa