

(FEB NEWS) Surabaya, 28 Januari 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) kembali membawa kabar membanggakan. Dua Guru Besar dari Departemen Akuntansi, Prof. Iman Harymawan, SE., MBA., Ph.D. dan Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CA, memperoleh pengakuan pada pemeringkatan global ScholarGPS melalui profil masing-masing, yang menempatkan keduanya dalam jajaran peneliti bereputasi di bidang akuntansi.
Pengakuan ScholarGPS: Top 1% dan Top 3% Peneliti Dunia
ScholarGPS merupakan platform pemeringkatan yang memetakan kinerja peneliti melalui metrik seperti produktivitas publikasi, dampak sitasi, dan kualitas (mis. h-index) untuk menyusun peringkat lintas bidang ilmu. Berdasarkan data pada fitur ScholarGPS® Ranking Analytics (2025), Prof. Iman Harymawan tercatat berada pada Top 1% dunia untuk bidang Accounting (Top Percentage Rank 0,93%), sedangkan Prof. Mohammad Nasih masuk Top 5% dunia pada bidang yang sama (Top Percentage Rank 2,42%).
Kiprah akademik dan kontribusi keilmuan
Di lingkungan UNAIR, Prof. Iman Harymawan merupakan Profesor di Departemen Akuntansi FEB UNAIR yang aktif mendorong penguatan riset pada isu ESG (Environmental, Social, and Governance) dan keberlanjutan; di lingkungan UNAIR beliau tercatat menjabat sebagai Head of the Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS) serta Director of Airlangga Global Engagement (AGE). Rekam jejak publikasinya menunjukkan dampak akademik yang kuat—profil Scholar UNAIR (berbasis Scopus) mencatat lebih dari 1.600 sitasi—dan beliau juga pernah menerima apresiasi UNAIR sebagai penulis utama terproduktif bidang sosial dan humaniora.
Semantara itu, Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., MT., Ak., CA merupakan Profesor Akuntansi FEB UNAIR dengan minat riset antara lain pada financial accounting dan islamic accounting. Di tingkat institusi, beliau juga dikenal melalui kiprah kepemimpinan sebagai Rektor Universitas Airlangga (periode 2015–2020) serta kembali terpilih untuk periode 2020–2025, yang menunjukkan kepercayaan besar terhadap kapasitas akademik dan manajerialnya. Menariknya, capaian ini sekaligus menegaskan bahwa amanah kepemimpinan tidak menghalangi produktivitas ilmiah—karena pada profil Scholar UNAIR (berbasis sitasi Scopus), karya Prof. Nasih tetap mencatat dampak akademik dengan 865 sitasi dan h-index 17.
Dampak strategis: SMART University, QS World University Rankings, dan Kampus Berdampak
Pengakuan ScholarGPS ini memperkuat agenda besar UNAIR dalam kerangka SMART University, khususnya pada semangat Meaningful Research and Community Services – riset dan pengabdian yang bukan hanya produktif, tetapi relevan dan memberi manfaat nyata.
Dari sisi reputasi global, capaian dosen juga berkaitan dengan daya saing di pemeringkatan internasional seperti QS World University Rankings (QS WUR). Kinerja riset – termasuk dampak sitasi dan jejaring akademik – menjadi bagian penting dari ekosistem yang mendorong visibilitas universitas. Sebagai konteks, UNAIR tercatat berada di peringkat #=287 QS WUR 2026.
Lebih jauh, capaian ini sejalan dengan arah Kampus Berdampak yang menekankan transformasi perguruan tinggi agar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui riset, inovasi, dan kolaborasi lintas pihak.
Komitmen FEB UNAIR
Ke depan, FEB Universitas Airlangga berkomitmen terus memperkuat ekosistem riset dan publikasi bereputasi melalui dukungan kolaborasi lintas disiplin dan internasional, penguatan pusat-pusat kajian, serta hilirisasi riset agar semakin relevan bagi industri, pemerintah, dan masyarakat. Komitmen ini sejalan dengan arah SMART University – menghadirkan riset yang bermakna – sekaligus mendorong kontribusi nyata terhadap daya saing global seperti QS WUR. Pada saat yang sama, FEB UNAIR memastikan setiap capaian akademik tidak berhenti di pengakuan, tetapi ditransformasikan menjadi manfaat nyata dalam semangat Kampus Berdampak.
FFH