BERITA

FEB UNAIR TEKEN KONTRAK KINERJA, AMBIL PERAN PENGGERAK PACU UNAR KE TOP 250 DUNIA

FEB UNAIR TEKEN KONTRAK KINERJA, AMBIL PERAN PENGGERAK PACU UNAR KE TOP 250 DUNIA

(FEB NEWS) – Di balik target ambisius UNAIR untuk menembus peringkat 250 dunia pada 2026, terdapat target ambisius yang dipikul oleh fakultas-fakultas unggulan. Salah satunya adalah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR, yang dalam Penandatanganan Kontrak Kinerja 2026, Jumat (9/1/2026), tidak hanya menyepakati angka, tetapi menerima mandat sebagai penggerak utama peningkatan reputasi global universitas.

Dekan FEB UNAIR, Prof. Dr. Rudi Purwono, menandatangani kontrak tersebut di hadapan Rektor UNAIR, Prof. Dr. Muhammad Madyan S.E., M.Si., M.Fin, dengan kesadaran penuh bahwa fakultasnya berada di garis depan pertarungan reputasi ini.

“Ini bukan sekadar dokumen administratif. Ini adalah pakta integritas dan akselerasi yang menuntut terobosan di semua lini,” ujar Prof. Rudi usai penandatanganan. Kontrak ini mengikat FEB UNAIR pada target-target kunci yang secara langsung memengaruhi indikator pemeringkatan global, seperti produktivitas riset bereputasi internasional, rasio dosen bergelar doktor, kerja sama dengan industri global, dan penerimaan mahasiswa asing.

Rektor dalam sambutannya secara khusus menyoroti isu kritis Sumber Daya Manusia (SDM) dan pendanaan sebagai tantangan terbesar. Pernyataan ini mendapat respons serius dari jajaran pimpinan FEB. “Target 250 dunia adalah lompatan besar. Untuk mencapainya, kita tidak bisa berjalan dengan cara lama. Inovasi dalam rekruitmen, pengembangan karir dosen, dan mobilisasi pendanaan mandiri menjadi keharusan,” tegasnya.

FEB UNAIR dianggap sebagai salah satu fakultas dengan aset strategis terbesar. Misalnya jaringan alumni yang kuat di sektor korporasi dan pemerintahan, program studi yang sejalan dengan tren global, serta tradisi riset yang mapan. Aset inilah yang akan digerakkan untuk menjawab tantangan yang diungkapkan Rektor dan Ketua Senat Akademik, Prof. Nursalam, tentang kebutuhan peningkatan pendapatan universitas melalui entrepreneurial university.

Komitmen FEB UNAIR diwujudkan dalam peta jalan terperinci yang mencakup empat pilar. Pertama, akselerasi riset dengan target peningkatan publikasi di jurnal Q1 dan kolaborasi internasional. Kedua, penguatan SDM melalui program postdoctoral fellowship dan visiting professor. Ketiga, ekspensi jejaring global dengan memperbanyak double degree dan joint research dengan universitas top 200 dunia. Keempat, inovasi pembelajaran yang mengintegrasikan data science dan ekonomi digital di semua program studi.

“Kontrak kinerja ini adalah kompas. Setiap departemen dan unit di FEB telah memiliki target turunan yang terukur dan berdampak langsung pada indikator pemeringkatan,” jelasnya.

Penandatanganan yang disaksikan seluruh jajaran pimpinan FEB ini menjadi simbol soliditas dan kesiapan kolektif. FEB UNAIR tidak melihat target ini sebagai beban, melainkan sebagai momentum bersejarah untuk membuktikan kapasitasnya sebagai fakultas ekonomi dan bisnis terkemuka yang mampu mendorong alma maternya ke liga global.

Penulis: Sintya Alfafa