

(FEB NEWS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Dewan Pengurus Provinsi Asosiasi Pengusaha Indonesia (DPP APINDO) Jawa Timur melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) yang dirangkaikan dengan Graduation Program Magang UMKM. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan dunia usaha guna mendukung pengembangan UMKM sekaligus peningkatan kompetensi mahasiswa.
Penandatanganan MoA dilakukan oleh Dekan FEB UNAIR, Prof. Dr. Rudi Purwono, bersama Ketua DPP APINDO Jawa Timur, Bapak Drs. Eddy Widjanarko, M.MT, serta disaksikan oleh jajaran pimpinan FEB UNAIR dan pengurus DPP APINDO Jawa Timur. Kerja sama ini menegaskan komitmen kedua belah pihak untuk membangun kolaborasi yang terstruktur, aplikatif, dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Bapak Raka Bagus Winaya, selaku Koordinator Program APINDO UMKM Merdeka Jawa Timur sekaligus Wakil Ketua Bidang UMKM DPP APINDO Jawa Timur, menyampaikan apresiasi kepada FEB UNAIR atas dukungan yang diberikan dalam pelaksanaan Program APINDO UMKM Merdeka. Ia menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai ruang pembelajaran nyata bagi mahasiswa sekaligus pendampingan strategis bagi UMKM binaan APINDO. Melalui program magang, mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aspek pengembangan usaha, mulai dari pengelolaan produksi, branding, perizinan, hingga penguatan sumber daya manusia, sehingga memberikan manfaat timbal balik bagi mahasiswa maupun UMKM.
Sementara itu, Ketua DPP APINDO Jawa Timur, Bapak Drs. Eddy Widjanarko, M.MT, menegaskan bahwa APINDO memiliki mandat untuk mendorong terciptanya iklim usaha yang sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan. Menurutnya, sektor UMKM merupakan fondasi penting perekonomian yang perlu terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan perguruan tinggi. Ia berharap kerja sama dengan FEB UNAIR dapat terus berlanjut dan dikembangkan dalam berbagai program strategis, seperti penguatan magang mahasiswa, keterlibatan dosen praktisi, serta pengembangan kewirausahaan di kalangan generasi muda.
Dari pihak FEB UNAIR, Prof. Dr. Rudi Purwono menekankan bahwa penandatanganan MoA ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen nyata untuk menjembatani dunia akademik dan dunia usaha. Program magang UMKM dirancang berbasis problem solving, sehingga mahasiswa tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga berkontribusi langsung dalam menyelesaikan permasalahan nyata yang dihadapi UMKM. Menurutnya, magang di UMKM merupakan ruang belajar strategis untuk membangun kompetensi berpikir kritis, kemampuan analitis, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia kerja dan kewirausahaan.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi tindak lanjut MoA yang membahas berbagai peluang kerja sama ke depan, meliputi kolaborasi dosen praktisi, pengembangan kewirausahaan, program magang mahasiswa, summer school, serta berbagai bentuk kerja sama berkelanjutan lainnya. Diskusi ini menjadi langkah awal dalam merumuskan program kolaboratif yang berdampak jangka panjang bagi mahasiswa, UMKM, dan kedua institusi.
Sebagai penutup, dilakukan peninjauan lapangan untuk melihat secara langsung potensi pengembangan kerja sama lebih lanjut. Kegiatan ini didampingi oleh Wakil Dekan I FEB UNAIR, Prof. Dr. Tika Widiastuti, SE., MSi. Beserta jajaran, sebagai bagian dari upaya memastikan implementasi kerja sama berjalan selaras dengan kebutuhan dan tantangan di lapangan.
Melalui kerja sama ini, FEB Universitas Airlangga dan APINDO Jawa Timur menegaskan komitmen untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha sekaligus mendorong penguatan UMKM yang berdaya saing dan berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi, asosiasi pengusaha, dan pelaku UMKM diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran dan kewirausahaan yang saling menguatkan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.