BERITA

UMK PINTAR AIRLANGGA UNTUK SURABAYA: AKSI NYATA KONTINGEN FEB UNAIR DALAM MENGEMBANGKAN UMKM

UMK PINTAR AIRLANGGA UNTUK SURABAYA: AKSI NYATA KONTINGEN FEB UNAIR DALAM MENGEMBANGKAN UMKM

Surabaya, Kamis 14 Agustus 2025 – Di tengah laju perkembangan teknologi yang kian pesat, masih banyak pelaku usaha mikro dan kecil yang berjuang keras agar tidak tertinggal. Tantangan seperti minimnya pemahaman digital, pengelolaan usaha yang belum tertata, hingga keterbatasan akses pasar membuat mereka rentan tergerus arus persaingan. Melihat kondisi ini, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR) tergerak untuk ikut berkontribusi, bukan hanya melalui teori di bangku kuliah, tetapi dengan aksi nyata di lapangan. Melalui program Mahasiswa Peduli UMK Vol. 2, bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah IV. Lima mahasiswa S1 Ilmu Ekonomi FEB Universitas Airlangga angkatan 2023, Dela Amelia, Pastika D. Daniswara, A. Misykaatul A, M. Hilman R.A, dan Ananda Annisa P bersama panduan oleh dosen pembimbing, ibu Lyla Rachmaningtyas, SE., M.Si., Ph.D. untuk memberikan pendampingan intensif bagi pelaku UMKM di Surabaya.

Program ini menyasar 15 UMKM dari berbagai sektor yang tersebar di Kecamatan Tegalsari, Dukuh Pakis, Pagesangan, dan Gubeng. Setiap mahasiswa mendampingi beberapa UMKM sesuai domisili mereka, sehingga hubungan dengan mitra binaan lebih dekat dan proses pendampingan bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing usaha. Pendekatan ini memungkinkan masalah teknis seperti pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) atau pengaturan QRIS diselesaikan secara cepat, sambil memberikan edukasi berkelanjutan kepada pemilik usaha.

Hasilnya mulai terlihat sejak pertengahan program. Beberapa UMKM, seperti Pasar Bang Erik, Laundry Mamaka, Nasi Goreng Gila, dan Rujak Ulek Kuping, kini telah menerima pembayaran non-tunai melalui QRIS, memudahkan transaksi sekaligus meningkatkan citra profesional di mata pelanggan. Ada juga usaha seperti Shinau Fresh Jus yang berhasil mendapatkan NIB, membuka peluang untuk mengakses pembiayaan formal dan mengikuti program pengembangan usaha pemerintah. Di sisi lain, pelaku seperti Rujak Ulek Kuping, Toko Dani, Mie Ayam Mie Rasa, dan Sambel Pecel Kadung Tresno berhasil memperluas pasar dengan bergabung di marketplace dan layanan pesan-antar online.

Tak hanya fokus pada aspek legalitas dan transaksi, program ini juga membantu UMKM mengembangkan strategi promosi. Mahasiswa terlibat langsung dalam pembuatan materi pemasaran digital, video promosi, hingga rebranding. Salah satu contoh adalah UMKM Daun Loka yang mendapatkan pendampingan penuh untuk memperbarui logo, kemasan, dan citra di media sosial. Dengan sentuhan desain yang segar dan narasi pemasaran yang lebih kuat, daya tarik produk pun meningkat.

Untuk memastikan ilmu yang diberikan dapat terus dimanfaatkan, tim mahasiswa memproduksi Kartu UMK Pintar—media sederhana berisi kode QR yang mengarah ke booklet digital panduan pengembangan usaha di era digital. Panduan ini memuat langkah-langkah praktis dan tips yang mudah diikuti, mulai dari pengelolaan keuangan hingga strategi pemasaran online. Media sosial juga dimanfaatkan, salah satunya melalui akun Instagram @umkpintar_airlangga, yang menjadi wadah dokumentasi kegiatan sekaligus sarana promosi bagi mitra binaan.

Menariknya, program ini tidak hanya memberi dampak pada UMKM, tetapi juga menyasar generasi muda. Mahasiswa FEB UNAIR mengadakan sesi sosialisasi di SMA Khadijah Surabaya dan SMAN 15 Surabaya, memperkenalkan konsep persaingan usaha yang sehat dan profil FEB UNAIR kepada siswa di kedua sekolah tersebut. Kegiatan ini diharapkan menanamkan pemahaman awal tentang dunia usaha dan mendorong mereka untuk melanjutkan pendidikan tinggi di bidang ekonomi dan bisnis.

Bagi pelaku usaha, pendampingan ini lebih dari sekadar pelatihan singkat. “Sebelumnya saya ragu mas buat bikin-bikin kayak gini. Tapi, setelah ikut program dari kalian ini, saya diajarin bikin QRIS biar pembayaran lebih gampang, terus dikasih bimbingan juga cara jualan di Shopee Food dan TikTok Shop. Bayarnya juga praktis, tinggal scan QRIS. Alhamdulillah, dagangan jadi lebih rame dan hasilnya makin jelas.” ujar Bu Umy Nadhiya, pemilik salah satu UMKM binaan, yang kini merasa lebih siap bersaing di pasar.

Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di beberapa bidang penting: SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) Membantu UMKM masuk ke pasar daring (e-commerce) untuk memperluas jangkauan penjualan, SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) Memberikan pendampingan bisnis secara berkelanjutan melalui saran dan pengetahuan, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) Membantu UMKM mengakses sertifikasi mutu produk agar bisa bersaing di pasar lebih luas, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) Kolaborasi antara UMKM, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah untuk pengembangan produk.

UMK Pintar tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjelma menjadi gerakan nyata yang mengubah wajah UMKM. Program ini meninggalkan warisan penting: lahirnya pelaku usaha yang lebih adaptif, melek digital, dan siap bersaing di pasar yang terus berubah. Kini, UMKM bukan hanya bertahan dari tekanan zaman, tetapi juga melangkah maju dengan kepercayaan diri baru yang menjadi modal kuat untuk keberlanjutan ekonomi masyarakat.