BERITA

Penggabungan Muamalat-BTN Syariah

Penggabungan Muamalat-BTN Syariah

imronmaward feb unairImron Mawardi, seorang pakar Ekonomi Syariah dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga, dalam Opininya di Harian Disway, memberikan pendapat terhadap rencana merger antara Bank Muamalat dan unit usaha syariah BTN. Menurutnya, merger tersebut merupakan langkah penting yang diharapkan selesai sebelum Oktober tahun ini, membentuk bank dengan aset sekitar Rp 120 triliun dan menjadi bank syariah terbesar kedua di Indonesia.

BTN Syariah, sebagai salah satu unit usaha syariah dari Bank BTN, memandang merger sebagai langkah penting setelah asetnya melampaui nilai kritis Rp 50 triliun. Di sisi lain, Bank Muamalat memiliki aset yang lebih tinggi dari BTN Syariah, meski laba bersihnya tidak terlalu besar. Namun Bank Muamalat berhasil tumbuh secara signifikan pada tahun 2023.

Imron menyoroti bahwa merger ini bukan hanya soal aset, tetapi juga soal efisiensi strategi operasional dan kekuatan pasar. Dia menekankan bahwa merger ini harus diikuti dengan pengaturan manajemen yang baik dan kuat untuk mengatasi potensi konflik kepentingan dan risiko lainnya. Jika berhasil, merger ini dapat menjadi contoh terbaik bagi merger unit usaha syariah lainnya di Indonesia.

Baca selengkapnya : https://harian.disway.id/read/765753/merger-muamalat-btn-syariah