
(FEB NEWS) SURABAYA, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB UNAIR). Ahmad Hasan Fitaihi, mahasiswa Program Studi Ekonomi Islam angkatan 2024, bersama dua rekannya, Ridhwan Fadly Saputra dan Talitha Firyal Ghina Nuha, berhasil meraih Juara 3 dalam ajang Jasa Marga Travoy WOW Marketing Case Competition 2026.
Kompetisi nasional yang diselenggarakan oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk bekerja sama dengan MarkPlus, Corp. tersebut menantang mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menghadirkan strategi inovatif dalam pengembangan aplikasi Travoy sebagai bagian dari transformasi layanan digital perusahaan. Babak final berlangsung pada 9 Mei 2026 di Kota Kasablanka, Jakarta.
Ahmad mengungkapkan bahwa kompetisi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menyelesaikan permasalahan bisnis yang dihadapi industri secara langsung. Menurutnya, peserta tidak hanya dituntut menghasilkan solusi yang inovatif, tetapi juga mampu menyusun strategi yang realistis dan dapat diimplementasikan.
“Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan analisis, berpikir strategis, sekaligus memahami bagaimana teori yang dipelajari di bangku kuliah diterapkan dalam dunia industri,” ujarnya.
Persaingan dalam kompetisi berlangsung sangat ketat. Sebanyak 783 peserta yang tergabung dalam 261 tim dari berbagai perguruan tinggi mengikuti tahap awal seleksi. Dari jumlah tersebut, hanya 12 tim yang berhasil melaju ke babak semifinal sebelum akhirnya tersaring menjadi lima finalis terbaik.
Selama empat hari pelaksanaan kompetisi, mulai 6 hingga 9 Mei 2026, setiap tim mengikuti serangkaian tahapan presentasi yang meliputi Elevator Pitch, Agency Pitch, Consultant Pitch, hingga Board of Directors (BOD) Pitch di hadapan jajaran Direksi PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Setiap tahapan menguji kemampuan peserta dalam merumuskan strategi bisnis, mempertahankan argumentasi, serta menawarkan solusi yang mampu menjawab tantangan perusahaan.
Dalam kompetisi tersebut, tim Ahmad mengusulkan strategi pengembangan ekosistem Travoy yang berfokus pada peningkatan pengalaman pengguna (product experience), penguatan aktivasi pengguna, pembangunan komunitas yang lebih aktif, serta pengembangan sistem penghargaan berbasis kemitraan. Melalui pendekatan tersebut, tim berupaya menciptakan ekosistem mobilitas digital yang lebih terintegrasi sekaligus membuka peluang monetisasi baru bagi aplikasi.
Bagi Ahmad, keberhasilan meraih juara bukanlah tujuan akhir. Ia menilai bahwa proses yang dijalani selama kompetisi justru memberikan pembelajaran paling berharga, mulai dari bekerja sama dalam tim, mengelola tekanan selama kompetisi, hingga menyampaikan gagasan di hadapan para praktisi industri.
“Winning is meaningful, but growing through the process is what makes the experience unforgettable,” ungkap Ahmad.
Selain memperoleh penghargaan sebagai Juara 3, para pemenang juga mendapatkan kesempatan mengikuti program magang di PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Kesempatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk mengenal lebih dekat praktik bisnis di industri sekaligus memperluas wawasan profesional.
Prestasi yang diraih Ahmad Hasan Fitaihi dan tim menjadi bukti bahwa mahasiswa FEB UNAIR mampu bersaing di tingkat nasional melalui kemampuan analitis, kreativitas, dan inovasi dalam menjawab tantangan dunia industri. Capaian ini sekaligus memperkuat komitmen FEB UNAIR dalam mencetak lulusan yang adaptif, kompetitif, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan dunia usaha serta pembangunan ekonomi Indonesia.